Kolaborasi Pemuda Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Posted by

Indonesia…
Selama 67 tahun, kemerdekaan telah lama diraih. Namun ternyata, kemandirian ekonomi belum begitu merata dirasakan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Gunung, sawah, dan lautan menjadi simpanan kekayaan yang tak boleh kita sia-siakan, setidaknya kekayaan inilah yang memberikan harapan buat kita menuju Indonesia lebih mandiri.
Kemandirian ekonomi suatu bangsa bertumpu pada warga negaranya, mampu atau tidak mengoptimalkan kekayaan yang dimiliki. Mungkin saja, kita terlena dengan ‘segala ketersediaan’ yang ada disekitar kita? Hingga kita lupa, ada tugas besar untuk kita wariskan kepada anak cucu kita kelak.

Indonesia : Ada Kekayaan yang terampas
  • Sumber daya manusia tereksploitasi sebagai tenaga kerja dengan upah murah di negeri tetangga, belum lagi tindak kejahatan mengintai mereka di tanah rantau yang jauh dari sanak saudara. Baru-baru ini Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali menjadi korban dalam kasus pemerkosaan di Malaysia.[1]   
  • Sumber daya alam tereksploitasi tanpa ada kesejahteraan masyarakat yang merata. Misalnya, beberapa potensi SDA yang belum dimanfaatkan dengan baik, di antaranya energi panas bumi yang ada di Kecamatan Limbangan. Selain itu juga ada sumber minyak yang ada di wilayah Kecamatan Patean.[2] 
  • Sumber daya budaya yang amat beragam dari berbagai pulau yang kita miliki, perlahan-lahan mulai ditandai sebagai budaya bangsa lain. Contohnya, karya-karya seni budaya Indonesia yang kemudian diakui sebagai milik Malaysia. Setelah Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayange, Seni Batik, Tari Pendet, Musik Angklung, Beras Adan Krayan asli Nunukan, Kalimantan Timur, isu pengakuan atau klaim Malaysia terhadap budaya Indonesia belakangan ini kembali menjadi pembicaraan hangat di Indonesia khususnya masyarakat suku Batak Mandailing, Sumatera Utara. Hal ini disebabkan karena Malaysia memunculkan isu untuk mengakui Tarian Tor-Tor dan Gondang Sambilan yang merupakan kesenian asli suku Batak Mandailing sebagai miliknya.[3]
Kenyataan-kenyataan pahit diatas merupakan isyarat bagi kita untuk melangkah lebih maju, lebih kreatif agar perekonomian Indonesia mampu ‘mengangkat’ derajat dan martabat bangsa. Begitu juga, kreativitas perlu digali para pemuda, karena mereka sebagai modal sosial utama dalam pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan sebuah bangsa.

Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semuru dari akarnya,
berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia’[ Ir. Soekarno]

Masih ingat, sejarah awal Indonesia meraih kemerdekaan? Tidak lain karena pergerakan kaum muda, pergerakan ini menjadi embrio dan tonggak awal kelahiran Indonesia sebagai sebuah bangsa yang utuh. Pemuda selalu identik dengan perubahan sosial di Indonesia sejak zaman kolonial hingga zaman informasi dan teknologi seperti sekarang ini. Begitu juga dalam perubahan ekonomi, dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata, ekonomi kreatif sangat penting diterapkan. Dimana, ekonomi kreatif ini bersumber pada kegiatan ekonomi dari industri kreatif.  

Gambar diambil dari sini
Industri Kreatif, Kearifan Lokal dan Peran Perbankan [Bank Mandiri]
Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. atau industri ini berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.[4]
Sub-sektor yang merupakan industri berbasis kreativitas di Indonesia berdasarkan pemetaan industri kreatif yang telah dilakukan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia adalah:

No
Jenis
Contoh
1.
Periklanan
kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.
2.
Arsitektur
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior).
3.
Pasar Barang Seni
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.
4.
Kerajinan
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).
5.
Fesyen (fashion)
kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.
6.
Desain
kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
7.
Video, Film dan Fotografi
Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.
8.
Permainan Interaktif
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Subsektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.
9.
Musik
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.
10.
Seni Pertunjukan
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
11.
Penerbitan dan Percetakan
kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.
12.
Layanan Komputer dan Piranti Lunak
kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.
13.
Riset dan Pengembangan
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.
14.
TV dan Radio
Riset dan Pengembangan: kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.
15.
Kuliner
kegiatan kreatif ini termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan passar internasional.
Dok. Pribadi data diolah dari sini

Pentingnya kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya, produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan komparatif bagi Indonesia. Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat keunggulan komparatif tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis khususnya berbasis kearifan lokal yang begitu beragam.

Sebagaimana kita tahu, Indonesia terletak diantara dua samudra dan dua benua. Menjadikan negara tersebut memiliki keanekaragaman suku dan budaya.Pembangunan di Indonesia sebenarnya sudah meningkat setiap tahunnya, namun sayangnya belum merata di setiap daerah. Salah satu penyelesaian yang mungkin dilakukan adalah, pembangunan dengan mengutamakan kearifan lokal dan kearifan budaya lokal.[5] 
 
Kearifan lokal adalah dasar untuk pengambilan kebijakkan pada level lokal di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan masyarakat pedesaan. Apabila, pemerintah fokus pada pembangunan daerah, yang sesuai dengan ‘pola pikir’ pada daerah tersebut tentu tidak akan sia-sia membuang tenaga dan biaya. Menggandeng masyarakat setempat, menyatukan visi dan misi, kemudian akan lahir industri kreatif yang dapat dijadikan ‘ikon’ daerah dan menjadi sumber pendapatan yang mampu mensejahterakan rakyat, menekan angka pengangguran dan angka urbanisasi, seperti kita ketahui, banyak pemuda yang merantau ke tanah tetangga karena kurangnya lapangan pekerjaan. 

Pemerintah daerah seharusnya konsisten memberikan ‘wacana’ tentang pentingnya industri kreatif melalui pendidikan yang lebih terbina dan aplikatif kepada masyarkat. Membuka jalan pengetahuan dan serius ‘membesarkan’ usaha-usaha kecil di daerah setempat. Karena kendala masyarakat adalah proses pemasaran yang ala kadarnya. 

Dukungan Perbankan pun sangat dibutuhkan, perbankan seharusnya memberikan akses yang mudah untuk industri kreatif. Industri kreatif biasanya tidak mempersoalkan masalah suku bunga. Untuk itu, perbankan khususnya Bank Mandiri dapat memberikan akses yang mudah bagi industri kreatif. Saat ini, perbankan lebih ‘memperhatikan’ kepada industri kreatif tradisional, dan belum ‘melirik’ potensi orang-orang kreatif yang mengelola kecanggihan teknologi, membuat content di telepon pintar, animasi dan yang berkaitan dengan teknologi, sangat besar untuk dibiayai perbankan. Banyak anime maker (pembuat animasi) ini berasal dari Indonesia. Jadi jangan sampai mereka lari ke luar negeri.  

Sebenarnya, dari beberapa jenis industri kreatif yang telah dispesifikasikan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia bisa dikembangkan sesuai kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia, hanya membutuhkan:
1. Perhatian dan sentuhan kreatifitas para pemuda sebagai embrio perubahan ekonomi daerah setempat.
2.   Perhatian pemerintah sebagai regulator yang mendukung
3.   Perbankan sebagai penyedia modal.
4.   Pihak Akademisi sebagai media knowladge transfer perkembangan ilmu terutama dari hasil penelitian,
5.   Perkembangan teknologi dan informasi
6.   Peran pelaku bsinis lainnya yang sudah sukses untuk membantu dalam pengembangan soft skill  dan menambah dalam hal jaringan usaha.

Maha Karya Pemuda Kreatif, Indonesia Bisa!
         
       Berikut, saya akan mengajak anda ‘mengagumi’ maha karya para pemuda kreatif yang mampu melahirkan kreativitas dan dukungan beberapa pihak, hingga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat setempat.

Industri Kreatif : Fesyen [Fashion]


Sosok Dynand Faris yang dengan penuh keberanian luar biasa mengimajinasikan Jember sebagai pusat fashion dunia. Paduan pijakan modal lokal, ditambah partisipasi penuh masyarakat lokal, menjadi pelengkap imajinasi liar yang mendunia dan melahirkan Jember Fashion Carnaval.
Dian Pelangi, diusianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi desainer muslimah yang karyanya sangat stylish dan trendy diminati banyak muslimah bahkan mancanegara. Ia juga telah, menelurkan Hijabers Community, Impiannya bersama komunitas, ingin membuat Adibusana Muslim, supaya nantinya fashion muslim sejajar dengan fashion-fashion di Paris termasuk juga sejajar dengan Milan Fashion Week.

 

Industri Kreatif : Radio
Singgih Susilo Kartono dengan desain maha karyanya Radio Magno . Dengan desain sangat kuat, ada kemewahan yang sederhana. Ada kesan antik yang dipadu dengan manfaat kekinian. Nuansa alami masa lalu berbaur nuansa futuristik. Kekayaan alam kayu hutan tropis dipadukan dengan imajinasi tak terbatas anak manusia. Sebuah teladan me-ngenai pola kreatif mendayagunakan sumber daya alam bangsa ini. Pantas saja berbagai penghargaan internasional didapatkan. Sebuah pengakuan dunia atas keindahan Magno.

Industri Kreatif : Riset dan Pengembangan di Daerah Garut
Di usianya yang ke-26 tahun, Goris Mustaqim, mendirikan PT. Resultan Nusantara (di bidang Teknologi Informasi) dan saat ini tengah mengembangkan Asgar Muda Foundation, paguyuban yang mendorong para pemuda setempat agar terlibat dalam bidang organisasi, pengembangan komunitas dan potensi daerah serta entrepreneurship dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Goris mendorong para pemuda ini untuk tetap tinggal di Garut untuk bersama-sama memajukan kota tersebut.
Potensi daerah ini adalah Minyak Asiri, akar wangi dapat dapat juga dijadikan kerajinan dan menghasilkan produk-produk yang eksotis, seperti hiasan dinding, pohon natal, tas, sajadah, taplak meja, gantungan kunci, sandal, dan lain sebagainya.
Sejauh ini, Goris dan karyawannya, beserta 500 pelatih kepemudaan lokal telah bekerja sama dengan 4000 petani akar wangi, 10 kelompok wirausahawan muda, dan sejumlah pengusaha kecil dan menengah di bidang akar wangi ini dan masih terus melakukan riset dan pengembangan bekerjasama dengan ITB.

Industri Kreatif : Kuliner
   Anda sudah merasakan sensasi pedas krupuk MAICIH? Ini dia, Reza Nurhilman, dengan keterbatasan dana membangun usaha, pemuda 23 tahun ini justru meraih sukses tak terkira di dunia maya. Dia memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai media pemasaran.
       Reza atau akrab disapa Axl adalah pemilik usaha keripik pedas 'Maicih', yang sempat membuat heboh remaja Bandung. Hanya setahun setelah meluncurkan usahanya di Twitter, ia mampu mengantongi omzet penjualan Rp4 miliar per bulan. Ia pun merintis asosiasi pengusaha keripik beranggotakan lebih 20 pengusaha. Dengan modal pas-pasan, ia memilih Twitter dan Facebook sebagai media pemasaran. Ia membuat permainan yang memancing penasaran Facebookers dan Tweeps. Ia merancang lokasi penjualan berpindah-pindah setiap hari, yang hanya dapat diketahui dengan melihat status Facebook atau Tweet Maicih.

Industri Kreatif : Desain [Animasi]
Rini Sugianto adalah salah satu animator Indonesia yang telah sukses menembus level dunia. Ia pun terlibat dalam animasi yang cukup bergengsi, "The Adventures of Tintin" karya Steven Spielberg dan saat ini sedang mengerjakan post production animation untuk film "The Avengers". Adapun, animator lainnya seperti Griselda Sastrawinata, Andre Surya, Christiawan Lie, Wirawinata, Marsha Chikita, Pamela Halomoan menambah jumlah animator asal Indonesia yang karya mereka juga telah diakui mancanegara.  
Akhir-akhir ini, Indonesia semakin mengapresiasi karya animasi, semoga perkembangan animasi di Indonesia semakin baik dan menjadi ladang industri kreatif yang mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Industri Kreatif : Penerbitan dan Percetakan [Writepreneur]
          Aulia Halimatussadiah atau akrab disapa Ollie yang saat ini masih berusia 29 tahun telah merealisasikan impian rekan-rekan penulis untuk menerbitkan buku sendiri, bersama rekannya tahun 2010 melaunching nulisbuku.com. Sebuah situs penyedia layanan online self publishing sistem print on demand
    Sebagai Writerpreneur Ollie termasuk produktif. Topik buku-buku yang ditulis sarjana Teknologi Informasi dari Universitas Gunadarma ini pun cukup beragam: Look! I’m on Fire; Je M’appelle Lintang; Mengaku Rasul; Burung-Burung Kertas; Membuat Toko Online dengan Multiply; Tak Tik Blog : Cara Bikin Blog, Paling Tokcer, Cepat Populer; Finding Soulmate For Me; Panduan Praktis Mendesain Template Joomla ! (+ CD); Katakan Cinta; Trik Membuat Tampilan BLOG Lebih Menarik; After The Honeymoon – Drama Baru Dimulai Seusai Pesta; Tak Tik Top; AlphaWife; Makeover Template Joomla; Cinta: Sebuah Rumah untuk Hatimu
        Indari Mastuti, sukses dengan bisnis agen naskah Indscript Creative.  Peran agen naskah sendiri adalah menjembatani pihak penulis dan penerbit. Agen naskah akan mencari tahu apa saja tema buku yang dibutuhkan oleh penerbit lalu ia akan menginformasikan hal tersebut kepada penulis. Selain itu agen naskah akan menangkap ide-ide penulis atau menerima naskah-naskah penulis lalu membawanya ke penerbit. Karena menerima naskah penulis maka pihak agen naskah menyediakan editor, proof reader, layouter, dan bahkan animator. Hal ini ditujukan agar naskah penulis layak dibawa ke suatu penerbit. Di sini agen naskah akan mendapatkan fee dari apa yang telah dilakukan. Fee bisa didapat dari pembagian royalti penulis.
        Melalui Facebook, Indari Mastuti membuat sebuah grup khusus ibu yang ia beri nama Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Di grup inilah ia mengajak ibu-ibu untuk menekuni dunia tulisa menulis. Beberapa pelatihan atau diskusi online yang berkaitan dengan dunia tulis menulis dan kerumah tanggaan diadakan di grup yang memiliki anggota ribuan ini. Selain online, mereka seringkali mengadakan acara secara offline. Anggota IIDN tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara di mancanegara. Tiap wilayah memiliki seorang koordinator wilayah.
FGD bersama Kementrian Pariwisata [Sby, 18/10/12]
        Kini, semakin banyak ibu rumah tangga yang menekuni dunia kepenulisan sejak bergabung dengan IIDN. Termasuk saya, yang telah bergabung di wilayah Jawa Timur. Banyak perubahan yang saya rasakan, meski saya menjadi ibu rumah tangga, bergabung dengan Grup IIDN, semakin banyak teman, semangat menulis, saling berbagi tips, info dan memotivasi dalam hal kepenulisan dan keluarga. Adapun tindakan real yang saya geluti saat ini, mulai dari menulis buku solo (meski belum rampung) dan baru 2 buku antologi yang baru terbit, saya merambah ke penulisan media dan blog. Banyak hal yang bisa saya lakukan, selain ‘berdiam’ diri di rumah, bisa tetap memperhatikan anak-anak dan tentu mendapat penghasilan dari honor, hadiah kontes blog atau menulis, dan royalti dari penerbitan buku.  

Bersama Bank Mandiri Menuju Indonesia Mandiri



Melihat beberapa karya anak muda diatas, perlu diselenggarakan sebuah festival yang menggelar kolaborasi karya mereka, baik tingkat nasional dan lokal (tataran tingkat sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi di tiap-tiap daerah) sekaligus event ini bisa menjadi ajang penganugrahan insan kreatif, diharapkan para pelaku kreatif diharapkan terus berkembang dan berkelanjutan.
Besar harapan saya, pihak perbankan [Bank Mandiri], pemerintah ataupun pihak yang bersangkutan memberikan edukasi sejak dini kepada generasi muda tentang perlunya mengasah dan melejitkan kreatifitas dengan mengoptimalkan potensi diri dan daerah, secara kontinyu. Barangkali, potensi daerah yang tidak tergali karena tingkat pendidikan masyarakat masih tertinggal dan ketidaktahuan mereka. Bagaimanapun juga, pendidikan sangat berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
Indonesia, dengan segala kekayaannya, generasi muda dengan segala kreativitas dan semangatnya, dan dedikasi Bank Mandiri selama 14 tahun untuk Indonesia, menyimpan warna harapan untuk menatap Indonesia lebih baik dan lebih mandiri.  Semoga kolaborasi pemuda kreatif menuju Indonesia Mandiri, semakin maju dan semakin berkembang sesuai perkembangan zaman. 


  Referensi : 
  [4] Industri Kreatif   

  

"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“