Tindakan Nyata Dan Sederhana Untuk Bumi

Posted by
Salam semangat, buat pembaca setia blog ini (hahaha…sok banget ^_^)! maksudnya yang pernah mampir. Postingan kali ini akan saya buat sedikit ‘renyah’. Bosan dengan postingan alot dan teoritis, yang pastinya bikin kamu memincingkan mata. Iya, kan? Yah, dimaklumi saja, beginilah kalau blogger pemula, semua butuh proses untuk memiliki karakter tulisan yang khas.

Hhmm...penasaran dengan judul diatas. Tindakan Nyata Dan Sederhana Untuk Bumi? Yang jelas, ini bukan postingan lebay, sekedar teori belaka, tapi saya tulis sesuai dengan pengalaman saya, nyata, dan sampai sekarang masih saya lakukan.

Kamu pasti sudah merasakan perbedaan kondisi alam sekarang dengan masa kecilmu. Ingat saya sih, paman saya yang menjadi petani, selalu makmur dengan limpahan hasil panen. Sekarang, beda banget. Sering gagal panen, ya salah satu penyebabnya, petani bingung menentukan pola tanam serta munculnya ledakan hama. Nah, ini salah satu dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global. *Kalau sudah begini, pasti akan terjadi kenaikan harga pangan, karena pasokan pangan jadi terhambat, yang susah kita juga, kan?

Bumi kita sedang ‘sakit’, teman….
Global warming mengancam kehidupan kita,
Hidup di zaman yang serba canggih, kadang membuat kita terlena, pengen semuanya serba  praktis dan instan. Semakin banyak pabrik-pabrik berasal dari industri maupun domestik, semakin banyaknya zat pencemarnya, dan ini berpotensi sebagai Gas Rumah Kaca (GRK). gas-gas inilah yang bergesekan dengan lapisan ozon menyebabkan ozon rusak. Belum lagi, semakin tinggi pemborosan energi dan lingkungan yang rusak oleh tangan manusia ‘nakal’. Makanya, global warming (pemanasan global) terjadi, secara teori sih, yaitu kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan karena radiasi matahari yang terperangkap di bumi. [1] 
Tanpa cas cis cus, menjelaskan tentang global warming atau kondisi bumi secara ilmiah. Dapat dipastikan dampaknya luar biasa pada kelangsungan hidup kita, antara lain perubahan iklim, banjir, kebakaran hutan, dan juga terhadap kesehatan kita. Misalnya kualitas air yang kita minum, udara yang kita hirup, dan makanan yang kita makan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk bumi?
Yaaah, tentunya menjaga kelestarian bumi dan menghemat energi dengan tindakan nyata.

Tindakan nyata, apa saja, kayak gimana?
Coba deh, baca tulisan ini sampai selesai, kamu akan tahu apa yang sebenarnya saya lakukan untuk bumi. Sangat sederhana, kamu bisa ikuti gayaku, dan padukan dengan kreativitasmu, okey! *hehe kayak tagline iklan*

Sebagai ibu muda, yang berprofesi ibu rumah tangga dan mengasuh 2 anak balita. Saya punya tugas penting untuk membangun keluarga yang peduli lingkungan. Jadi, saya berupaya untuk membiasakan diri, keluarga dan lingkungan untuk menghemat energi dan menjaga lingkungan. Karena, inilah warisan untuk generasi mendatang, supaya mereka masih bisa ‘menikmati’ kebaikan alam. Dengan cara sederhana, kamu pun pasti bisa melakukannya;

    1.  Hemat energi dan air
- Jika semburat fajar sudah terlihat, saya segera mematikan lampu, jendela rumah mulai dibuka semua, agar sirkulasi udara lancar. Dirumah saya tidak pasang AC J
-  Setrika baju, cukup sekali seminggu (kadang juga dua kali), meski capeknya bukan main, tapi menurut saya sangat menghemat listrik dan hemat waktu
-  Memanfaatkan sepeda onthel atau jalan kaki (lebih seringnya jalan kaki, soalnya bawa dua anak.hehe
-  Aktivitas dapur, saya maksimalkan pagi seperti menyalakan kompor dan mengisi semua bak air sampai penuh (jadi tidak ada istilah nyala-mati-nyala.hehe) *tuuh…juga hemat tagihan listriknya, kan?
-  Saya biasa menampung air bekas cucian sayur buat menyiram tanaman.
    Tentu masih banyak cara lain dari teman-teman, intinya sama pakai listrik dan air seperlunya. 


      2. Memisahkan sampah organik dan non organik

Klik gambar biar jelas. Sampah non organik, saya kumpulkan kemudian saya jual
Kardus saya jadikan tempat sampah, tidak harus yang bagus kok, 
kita sering mengeluh bau busuk dari sampah, kan? itu karena bercampurnya sampah basah dan kering. Makanya, sejak kita buang sampah, langsung dipisahkan, supaya bisa ditindaklanjuti pengolahannya. Awalnya ribet, tapi lama-lama akan terbiasa.

Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Pengolahan  kompos  dari sampah rumah tangga sebenarnya mudah lho, coba praktek aja, 

 Cara Pertama :
Buat kamu yang punya lahan kosong
Buat Kamu yang tidak punya lahan kosong
  •  Gali tanah sedalam 50-100 cm. Lubang dibuat dengan jarak minimal 10 meter dari sumur untuk menghindari tercemarnya sumur
  • Isi lubang dengan sampah organik yang telah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi bau.
  • Jika telah penuh, tutup lubang dengan tanah.
  • Setelah tiga bulan, lubang dapat digali. Hasil galian dapat digunakan sebagai kompos sedangkan lubangnya dapat digunakan untuk membuat kompos kembali.
  • Sediakan drum atau sejenisnya
  • Lubangi kecil-kecil bagian dasar drum untuk rembesan air dari sampah
  • Tanam drum dengan kedalaman sekitar 10 cm dari permukaan tanah.
  • Masukkan sampah rganic ke dalam wadah (drum) setiap hari
  • Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala.
  • Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos.
  • Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama tiga bulan.
  • Keluarkan isi drum dan angin-anginkan selama 2 minggu. Kompos sudah dapat digunakan.
Info dari sini
           
Cara Kedua :
Kalau dulu ketika saya ikut pelatihan pengolahan sampah di salah satu LSM, ada tambahan bahan yang dicampurkan, larutan EM4 (Effective Microorganism) yang dijual di toko pertanian atau toko bahan kimia atau bisa menambahkan molase (limbah kecap), larutan gula merah, atau gula putih. Ini bisa dibeli dari pabrik tebu langsung. Tujuannya, untuk mempercepat proses pengomposan. 

Untuk pemula, bisa dipraktekkan langkah pertama tadi [saya juga praktek yang cara pertama dengan menggali lahan kosong]. Coba saja, gampang kok.....Moga sukses ya ^^, kalau sudah terlatih dan profesional bisa jadi ladang bisnis juga, impian saya nih.

Kayak gini hasilnya kalau kompos sudah kering
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. Suatu saat, pengen punya bisnis kreasi produk daur ulang kayak Dewi Tanjung. Aamiiin

     3. Stop pemakaian Sachet.
Pakai produk rumah tangga yang kemasan botol, meski mahal secara nominal, menurut saya lebih hemat dan ramah lingkungan. Terinspirasi dari kebiasaan ini, saya usulkan ke suami (Bambang Subianto) nulis gagasan Jawa pos, (suami suka nulis artikel, jadi ya…manfaatin aja).eh, nongol juga di koran tanggal 2 Oktober 2012.

 Coba perhatikan deh! Lalu, segera Move on yuk….

Klik gambar biar jelas atau klik di sini
 
     4. Diet Plastik
Tas yang menemani saya ke pasar.hehe
Kenapa sih, tiap beli sesuatu mesti dikasih plastik, padahal udah bawa tas sendiri? *ini pengalaman teman saya, kata penjualnya yah memang ini bentuk pelayanan mereka. Eeiits, kita bisa nolak secara halus lho, “maaf, saya sudah bawa tas, tidak perlu plastik!” jawab saja begitu, terus langsung masukkin itu barang. Walhasil, kamu bisa diet plastik.
Kalau memang ada dirumah,  biasanya saya kumpulkan dan saya berikan ke tukang sayur keliling yang butuh plastik. 

     
       5. Menabung pohon dan ‘menghidupkan’ pekarangan dengan tanaman
Punya lahan atau pekarangan kosong di depan atau belakang rumah? 

Saya dan suami juga ‘menabung’ pohon Jati di belakang rumah (ada 10 pohon yang tingginya rata-rata masih 0,5 m), ada juga aneka tanaman lainnya seperti pisang dan pepaya, aneka sayur seperti bayam, kemangi, ketela pohon ada juga rempah-rempah. Tanaman cabe sering saya petik untuk tambahan bahan sambel. Wuuaaah, pokoknya mantap deh, meski baru masih dikerjakan ala kadarnya.*tau sendiri, kan masih repot momong.ups....alesan!

    6. Saya bergabung di LSM APPel (Aktivis Perempuan Peduli Lingkungan)
Memang, setiap permulaan selalu sulit, tapi kalau sudah melakukan, dan pastinya akan jadi kebiasaan. Supaya konsisten, saya memilih bergabung di  LSM APPel (Aktivis Perempuan Peduli Lingkungan) Kabupaten Kediri. *Asyiknya kumpul-kumpul-saling berbagi informasi dan motivasi.

APPel merupakan LSM yang bergerak dibidang lingkungan hidup. LSM ini memiliki sederet kegiatan. Diantaranya pengelolaan sampah, penanaman pohon di daerah kritis. APPel juga memiliki relawan tanggap bencana dan melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Sebenarnya APPel ini sudah ada di seluruh Indonesia, cuman karena baru terbentuk jadi ya... hanya beberapa kota yang masih digarap serius.

Berita saya ambil dari sini

Silahkan Kunjungi Website APPel Bali di sini
Salah satu aktivitas saya bersama teman-teman APPel Kediri

Kita, sahabat bumi
Teman....bumi sedang sakit, dia butuh sahabat yang memperhatikan dan menyayanginya, kalau bukan kita, siapa lagi? Meski cuma 6 point tindakan nyata, kalau kita kompak, pasti bisa! toh kita sendiri yang dapat untung, setidaknya akan mengurangi bencana ekologi di daerah kita masing-masing.

Lebih seru, andai para pemegang kebijakan punya program yang bikin masyarakat bergerak. Misalnya, tiap desa punya bank sampah, bimbingan untuk petani dalam menghadapi perubahan iklim, atau ikut serta membangun desa bersih dan sehat. saya yakin ini akan memberi dampak positif secara global, apalagi  dikelola dengan baik, langsung dimonitoring pemerintah daerah, pasti lebih OK.
bakalan nggak ada lagi, warga yang bingung, dan bilang "sampah rumah tangga mau diapain ya?hehe’"

Lebih kerennya lagi, ada dukungan penuh dari pihak-pihak swasta kayak PT Pertamina (Persero), sebagai salah satu perusahaan kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pentingnya keberlangsungan hidup manusia, khususnya bangsa Indonesia. 

Misal, Pertamina punya 'segudang wadah', terutama buat para cewek yang biasanya 'lebih peka' pada lingkungan *termasuk kamu yang baca blog ini ^^. (baik yang masih single atau dah married dan punya anak) seperti ide saya, PCH-Pertamina Come Here (mulai nih khayalannya keluar.hehe), pihak pertamina atau para relawan yang dimiliki pertamina datang ke desa (ruang lingkupnya lebih kecil ketimbang kota-mudah terorganisir), memberikan edukasi, membentuk kader lingkungan yang bisa menjadi tangan panjang Pertamina.

Harapan saya, Pertamina segera memanfaatkan energi alternatif, seperti tanaman bambu, lontar, jarak, kemiri, singkong dan masih banyak lagi temuan para peneliti (Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani di pedalaman). meskipun sekarang Solar Cell sudah mulai digunakan. 

Oh ya, sudah tahu Solar Cell? ini merupakan kombinasi papan surya (potivoltaic panels), pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga air, sistem penyimpanan energi, mesin untuk menghasilkan air, sistem energi cadangan, dan produk-produk energi yang efisien-biasanya dipasang di atap rumah.*Wuiiih, kebayang kalau tiap rumah di pasang Solar Cell ya? Semoga....


Jangan bengong!
Yuk mulai sekarang, LAKUKAN apa yang bisa  untuk bumi dari rumah, dari lingkungan sekitar. Jangan sampai kita mewarisi generasi dengan airmata, namun dengan kebaikan bumi dan seisinya. Ini juga sebagai wujud kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia.

All for the sake of us, the next generation
Jika engkau ingin memanen semusim, maka tanamlah biji-bijian. Ingin memanen sepanjang tahun, tanamlah pohon. Namun, jika engkau ingin memanen sepanjang masa, didiklah manusia yang menanamnya“. [Lao Tse].

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes blog Pertamina "Sobat Bumi"