8 Semangat ‘Berbatik’ Tanpa Batas

Posted by
Rencana libur weekend hampir dekat, kali ini saya diajak teman ke sebuah tempat yang fantastis di daerah gunung Kelud. Saya sempat mengurungkan niat untuk ikut, pasalnya saya bingung liburan mau pake baju apa ya yang bagus. Saya emang suka produk apapun yang bermotif batik. Ups, kalo liburan harusnya kan kaos? 

Ada nggak ya kaos batik? Saya pun cari informasi kesana-kemari, dan ini pesan singkat dari salah satu teman, hai Fren, ada nih kaos batik, bagus gak terkesan ‘ndeso’, kain kaosnya adem, gak bikin panas, gimana?



Saya pun segera lobi suami, untuk menyisihkan anggaran buat beli kaos batik. Akhirnyaaa….holiday, tetep be Happy dengan batik.

Kini, batik tidak lagi dianggap kain tradisional, tapi juga telah dipadu-padankan dengan  fashion modern yang memiliki daya jual tinggi.  Tak bisa dipungkiri, perjalanan batik dari masa ke masa ternyata menyimpan ‘semangat’ dari berbagai elemen masyarakat untuk mempertahankan keberadaannya. 

Tahun 1920-an atau pasca Perang Dunia I, ada momentum tak terlupakan yakni  sang pembatik mengawali karya mereka di masa kejayaan Majapahit. Mereka mengabadikan kisah perjuangan, dongeng daerah, serta eksotika alam di atas lembaran kain putih.  Hanya dengan memoleskan malam dan aneka warna alam, kini batik...karya mereka diakui dunia sebagai budaya tak benda warisan Indonesia.

Di sini, saya akan mengupas tuntas 8 jejak semangat ‘berbatik’ masyarakat Indonesia, yang telah memberi kontribusi positif  terhadap eksistensi batik. Hingga akhirnya batik mampu menguasai fashion kelas dunia dan menarik seluruh peminat batik, baik skala lokal, nasional maupun internasional. 

8 Semangat 'berbatik' tanpa batas itu antara lain;

Semangat Ke-1 : kesetiaan sang pembatik
Semangat Ke-2 : kontribusi pemerintah (pusat)
Semangat Ke-3 : kontribusi pemuda dan pemerintah daerah
Semangat Ke-4 : kontribusi para desainer untuk batik
Semangat Ke-5 : menghidupkan warna batik dari alam
Semangat Ke-6 : kreasi UKM, aneka produk batik
Semangat Ke-7 : lingkaran pecinta batik di berbatik.com
Semangat Ke-8 : kecintaan saya dan Kediri pada batik

Ingin tahu lebih banyak? simak terus yaaa....... 
   

Semangat ke-1 : kesetiaan sang pembatik 
Sang pembatik yang telah uzur dan generasi pembatik masa depan
Siapa sangka dibalik indahnya motif kain batik, ada sosok yang sangat berjasa. Dia adalah pembatik, sang pahlawan budaya bangsa. Tanpa mereka, tak mungkin ada batik-batik berkualitas yang dapat kita nikmati keindahannya sekarang.

Sudah pernah lihat proses pembatikan?
Dilihat dari proses pembuatannya, batik original sangat rumit bila dibandingkan dengan batik cap. Karena faktor inilah, dari generasi ke generasi jumlah pembatik semakin menurun. Seorang pembatik yang mampu menghasilkan motif batik indah dan berkualitas, membutuhkan kesabaran dan kreativitas tinggi. Mulai dari pembuatan pola motif, pelekatan malam dengan canting, pewarnaan hingga finish. Biasanya membutuhkan waktu yang berbulan-bulan. Disinilah kesetiaan pembatik di uji, terlebih jika rumitnya proses pembuatan yang melelahkan, tak sebanding dengan upah yang diberikan.

Namun hebatnya, ada beberapa pembatik yang telah uzur (tua), ternyata masih bisa menorehkan motif-motif luar biasa, ini merupakan wujud ‘semangat’ mereka melestarikan batik. Kamu bisa baca kisah kesetiaan Mbah Towirejo, salah satu pembatik tua asal Sragen, klik sini

Semangat ke-2 : kontribusi pemerintah (pusat)
Masih ingat kabar, adanya klaim dari Malaysia terhadap batik sebagai produk asli negeri jiran beberapa tahun lalu? Pemerintah punya peran dalam hal ini. Tahun 2008, batik Indonesia dinominasikan  dalam sidang di Abu Dhabi ditetapkan sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity ) dan masuk dalam Daftar Representatif UNESCO.

Saat itu, pemerintah mengerahkan seluruh kalangan untuk memperjuangkan batik agar berhasil disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia dan tidak terjadi lagi klaim yang dilakukan oleh negara lain terhadap kebudayaan Indonesia.

Semangat ke-3 : peran pemuda dan pemerintah (daerah)
Ada yang sudah pernah lihat beberapa event  daerah seperti ini?
Solo Batik Carnival (SBC), Jember Fashion Carnival (JFC), Jogja Java Carnival (JJC), Jak Carnival , Art Fashion Carnival (KAFC), dan terakhir Banyuwangi Ethnic Carnival (BEC).

Meski saya hanya menyaksikan melalui berbagai media, siapapun yang melihatnya pasti akan takjub. So Amazing. Kostum serba mewah, unik, besar dan penuh dengan kreativitas ini terinspirasi dari batik.

Misalnya Solo Batik Carnival tiap tahunnya mengusung tema yang berbeda, seperti "Topeng", "Sekar Jagad", hingga "Keajaiban Legenda". Tema-tema tersebut kemudian diterjemahkan melalui kostum rancangan peserta yang unik dan kreatif. 
Banyak daerah yang tengah berlomba-lomba menggelar event spesial untuk memasyarakatkan budaya dan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Salah satunya, JFC (Jember Fashion Carnival), maha karya ini diprakarsai oleh pemerintah dan pemuda daerah salah satunya, Dynand Fariz. Ia ’menelurkan’ ide kreatif untuk melestarikan batik dengan cara berbeda.

Kekompakan Pemuda dan Pemda setempat untuk memperkenalkan batik, merupakan wujud semangat melestarikan batik yang dikemas secara apik nan elegan, guna menarik simpatik dari wisatawan lokal maupun asing.

Semangat Ke-4 : kontribusi para desainer untuk batik
Bukan hanya orang Indonesia yang suka batik, banyak kok orang-orang luar negeri yang suka. Contohnya para seleb Hollywood dan tokoh dunia seperti Jessica Alba, Nichole Richi, tokoh utama Harry Porter—Daniel Radcliff, Nelson Mandela juga saat acara resmi memakai batik, pemain sepak bola dunia –Zinedien Zidane, dan masih banyak lagi (ingin tahu banyak? Klik di sini 

Selain karena motif, desain modis nan fashionable menjadi alasan batik sangat disukai para selep atau tokoh dunia. Siapa lagi yang berjasa dalam hal ini kalau bukan desainer-desainer Indonesia yang handal?

Melalui acara peragaan busana, seminar, atau pameran batik taraf nasional hingga internasional, para desainer berlomba-lomba memberikan desain ‘produk’ yang dihasilkan batik (Salah satunya, perancang busana Ramli pernah menggelar peragaan busana ke San Fransisco, Los Angeles, dan Chicago dengan busana motif batik Sampang dan Madura lainnya).

Di tangan desainer, batik sangat  fashionable
Mereka berusaha menunjukkan bahwa batik merupakan bagian dari life style. Pernah lho ada selep yang kedapatan pakai batik seperti Drew Barrymore tampak mengenakan tas batik selempang dari kain perca batik, Reese Witherspoon pernah bermain dalam serial Friends tersebut memakai gaun batik biru dengan dipadu jaket denim, Lenka Dalam sebuah foto, penyanyi Lenka terlihat bangga memamerkan selendang batik cokelatnya.

Semangat  Ke-5 : menghidupkan batik warna alam--ramah lingkungan.  
Batik memang warisan yang harus kita jaga keutuhannya. Namun dibalik semua itu, limbah hasil pembuatan batik sangat berbahaya apabila tidak diolah secara benar.


Proses batik, antara kimia dan non kimia (alami)
Pada pencucian batik, batik printing, dan penyamakan kulit dapat mengakibatkan pencemaran, karena dalam proses pencucian memerlukan air sebagai mediumnya dalam jumlah yang besar. Proses ini menimbukan air buangan yang besar pula, dimana mengandung sisa-sisa warna, BOD tinggi,kadar minyak tinggi dan beracun. Karena itulah, beberapa tokoh pemerhati batik berusaha menghidupkan batik dengan warna alam yang ramah lingkungan.

Dari pekalongan, ada sosok pembatik Harris dari Pekalongan. Sejak tahun 1982, Harris sudah berkomitmen untuk mengunakan pewarna alami. Komitmen itu tumbuh dari kesadaran bahwa harus ada harmoni antara produksi batik dan pelestarian lingkungan. Pernyataan yang tegas seakan mengajak para perajin batik di Kota Pekalongan untuk mengurangi penggunaan pewarna kimia dan menggantinya dengan pewarna alami.

Lewat tangan seorang Lulut Sri Yuliani (44), batik dengan khas Surabaya mulai dikenalkan. Sebuah produk batik yang dipatenkan sebagai batik mangrove, batik Mangrove yakni proses pembuatan dan bahan bakunya berasal dari unsur mangrove, kemudian corak designnya juga berbentuk mangrove. Proses pewamaan batik mangrove dikerjakan dengan alami. Untuk perebusan warna dilakukan selama 10 hari. Bahan-bahan pewamaan batik mangrove lebih banyak dari limbah mangrove, antara lain kaliptropis, bin taro, pah, bringtonia, helgua gimnoriva. info diambil dari sini

Semangat ‘berbatik’ dengan kembali ke warna alam adalah wujud kecintaan mereka pada alam.

Semangat Ke-6 : kreasi UKM, aneka produk batik
Selain batik berwujud kain atau baju, UKM yang ada di berbagai daerah juga semakin kreatif membuat produk baru berbasis batik, mulai dari sepatu, sandal, bed cover, sarung bantal dan kursi, tas lukis, tas batik, batik border, tudung saji, tudung galon dan masih banyak lagi.


Produk kreatif ala batik

Pasangan suami isteri Tutur Sudrajat dan Devi Irianti warga Desa Majenang, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen yang memiliki inovasi kerajinan lampu kreasi unik ala batik yang kini laris manis diserbu masyarakat lokal dan internasional. Berbagai kreativitas inilah bukti semangat ‘berbatik’ untuk terus melestarikan batik.
  
Semangat Ke-7 : lingkaran pencinta batik di berbatik.com
Agar batik tetap eksis, butuh pengembangan dan inovasi, bukan hanya soal desain namun juga strategi memasarkan batik  melalui teknologi.

Ini nih ada terobosan baru di dunia online untuk batik! Yup, Berbatik.com (kumpulan para pecinta batik). Tak sekedar butik batik atau toko batik online biasa, tapiiiii??

Sebuah platform jual beli online khusus batik pertama di Indonesia lahir dalam rangka mengenalkan batik pada dunia internasional sekaligus menggandeng para pengusaha batik


Belanja batik di sini lebih OKE!
Batik online, beda dengan situs jual beli lainnya, Berbatik.com mengkhususkan diri sebagai situs belanja online yang mempertemukan pengusaha, perancang busana, dan aksesori berbahan batik serta kain nusantara dengan para pecintanya.

Berbatik.com akan menjadi tempat alternatif untuk mengembangkan jalur distribusi, akses kepada jalur pemasaran yang terintegrasi, dan akses ke teknologi e-commerce yang akan memudahkan pengusaha dalam bertransaksi dan mengkomunikasikan produknya. Sumber informasi dari sini  

Ada apa di Berbatik.com? 

Beli di berbatik.com, produk yang ditawarkan khusus batik Indonesia dengan kualitas terbaik, batik premium. Di sana, hanya menjual batik handmade, baik batiktulis maupun cap. Meski berkualitas, harga yang ditawarkan sangat bersaing mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 2 jutaan.

Berbatik.com juga memungkinkan konsumen untuk melihat secara langsung produknya secara offline, sebab seller di Berbatik.com merupakan seller batik yang terpercaya dan lama berkecimpung di bidangnya.

Semangat Ke-8 : Kecintaan saya dan Kediri pada batik
Saya dan batik favorit
Semangat ‘berbatik’ pun bisa dimulai dari personal, berupaya membangun tradisi berbatik di keluarga. Baju batik yang simple, calm and elegant, menjadikan saya lebih percaya diri dalam event apapun.  Apalagi jika batik  terbuat dari bahan linen / semisutra/ sutra, terdapat “foil emas” pada kain batik menjadi nilai tambah pada segi elegan dan exclusive. *ehm, untuk yang ini saya harus punya tabungan lebih banyak.hehe
 
Oh ya, pengalaman kecewa pada saat membeli batik pernah terjadi, saat saya harus mengeluarkan uang lebih, ternyata kain batik cepat pudar dalam waktu satu bulan kepemilikan. Sejak itu, saya lebih berhati-hati dalam memilih dan dalam melakukan perawatan. Ikut saran bapak saya, memang mending milih batik tulis ketimbang cap. 

Semangat ‘berbatik’ juga tumbuh di Kediri, kota kelahiran saya. Para pembatik dan pemerintah Kediri bersinergi mengembangkan batik khas Kediri, berawal dari perumusan motif khas Kediri kemudian menumbuhkan unit usaha batik

Terbukti, Sejak tahun 2011 Disperindagtamben Kota Kediri menggelar  pelatihan batik tulis di berbagai kelurahan di Kota Kediri memperoleh keterampilan pembuatan batik tulis dari proses awal hingga akhir. Di tahun 2013 ini, batik Kediri semakin diminati masyarakat lokal dan luar kota. 


Saya dan para pengrajin tengah memproses batik, di Butik Batik Suminar Kediri

Produk unggulan batik Kediri yang elegan yaitu " BATIK BOLLECHES" motif unik batik yang berupa bulatan-bulatan dan titik-titik. diambil dari arti bolleches yaitu bulatan atau titik. Batik ini sangat dimintai karena motifnya yang elegen cocok dengan kepribadian warga kediri yang lembut dan ramah.



Kemudian produk unggulan batik yang kedua adalah motif "BATIK GUMUL" corak batik yang meniru MONUMEN SIMPANG LIMA GUMUL, ikon baru KABUPATEN KEDIRI yang menyerupai L' ARCH D'TRIOMPH di PERANCIS.


Motif batik yang terinspirasi dari monumen Gumul

Nah, akhirnya sampai di penghujung tulisan juga ya!

8 semangat ‘berbatik’ tanpa batas diatas adalah bukti nyata kecintaan pada batik. Semoga, tak ada kekhawatiran lagi akan nasib masa depan batik. Karena, banyak dari para generasi nusantara, terus menabung semangat dan mimpi, kelak batik selalu abadi menjadi warisan budaya Indonesia.