Blogger : Blogwalking Vs Homewalking

Posted by
Ngaku seorang blogger tapi nggak pernah blogwalking? Iihh..impossible ya…

Blogwalking jadi sarana buat meng-improve kualitas blog pribadi dari segi art ataupun postingan. Belum genap satu tahun saya punya blog, aktivitasnya pun masih sangat terbatas, sesekali curhat, ngontes blog (nih yang paling sering, soale sudah kecanduan pengen menang terus, meski kalah juga sering.hehe) dan bagi saya blogwalking adalah ‘sesuatu’ banget, di situ ajang silaturahim saya ke temen2 blogger, suka baca-baca dan ninggalin jejak. Bener! Bikin status FB mulai bergeser, kecuali buat promo-promo link postingan….wkwk


Sungguh ironis, saat si blogger suka ngeblog, waktunya lebih banyak dihabiskan di depan komputer/lepi/gadget. Pasalnya, ia jarang melakukan homewalking. What’s that??

Menurut saya, homewalking ini penting banget buat blogger, meski kadang tradisi homewalking biasanya sangat kental saat momen lebaran atau liburan panjang, tapi tak semua blogger bisa melakukan itu. 

Banyak hal yang bisa kita dapat dengan homewalking. Seperti, menjaga hubungan baik dengan sahabat, tetangga, atau kerabat. Ada saatnya kita hidup di dunia nyata, meski dunia maya juga bagian dari dunia nyata (kayak kita bisa kopdar dengan sesama blogger dari berbagai penjuru nusantara). 
Pengalaman saya melakukan keduanya
Blogwalking : jujur ya, saat ‘terdampar’ di sebuah blog keren, berhari-hari saat masak, nyuci bahkan sampai menjelang tidur, masih kepikiran aneka statement. Misal, 

“Bisa nggak ya, punya template blog bagus kayak si doi?”, 

“Gimana sih kok gaya tulisannya itu bagus banget, renyah dan enak dibaca?”, 

“Duuuh, si doi nih menang lomba terus sih, blogger bisa kaya dong dari ngontes, huuuaaah?!“

“Ups, si doi suka posting artikel2 yang udah jebol media, lha punya saya kapan?”

“Wuuihhh, dia udah nerbitin banyak buku, kebayang royaltinya itu lho…..”qiqiqi

“Dia bisa mendulang dolar dari ngeblog, apa sih rahasianya?”

De el el

Kira-kira seperti itu yang membuat saya panas dingin, karena saya masih belum bisa menentukan ‘niche’ sesuai hobi yang dimiliki. Selain ‘ngiri positif’ hehe, kadang blogwalking juga membuat saya terus semangat menggapai mimpi, dengan membaca postingan para blogger yang berkisah suka duka tentang anak-anaknya, keluarga, dan pengalaman hidup. membuat saya semakin bersyukur. 

Homewalking : dulu, saya dan suami membuat jadwal berkunjung, atau silaturahim. Tertulis beberapa nama keluarga, rekan atau kenalan saat berada di kota lain. Kini, mulai berkurang intensitasnya karena anak-anak masih baby dan balita. (anak kok buat alesan?

Satu cerita yang mendasari postingan ini saya tulis, saat saya berkunjung ke rumah seorang teman. 

---Kita berkenalan belum genap satu tahun, usut punya usut ia baru saja membuat rumah mungil di samping rumah mertua. Dari ceritanya, ia dulu pernah punya rumah di daerah Banten, tapi ia sekarang memilih pulang kampung (Kediri) karena sang suami di PHK, ia pun mengikhlaskan rumah diambil alih kepemilikan. 

Kini, ia dan suami berjualan susu kedelai. Mereka memilih berwirausaha, daripada wira-wiri mencari pekerjaan, seperti ada trauma yang begitu membekas. Karena secara finansial mereka memang minim banget, dalam proses pengerjaan rumah pun dilakukan dengan tangan sang suami dan ayah mertua mulai dari pembuatan batako, membuat pondasi hingga finish. 

Apa yang ada dibenak saya saat itu?
Saya berkunjung di saat yang tepat, bersyukur melalui peristiwa ini saya kembali diingatkan bahwa hidup itu adalah menjalani takdir dan mengukir harapan. Dengan semangat tanpa harus berkeluh kesah, hidup akan terasa lebih indah, karena mungkin saja hidup kita tidak sesuai dengan rencana yang pernah kita tulis. So, Keep spirit is better! 

Bagi blogger, penting untuk melakukan blogwalking dan homewalking, saling melengkapi dan bersinergi untuk menjadikan hidup kita lebih bermanfaat bagi orang lain melalui ‘karya-karya’ kita di dunia blogging.