Me and BAW

Posted by
Aku adalah aku, aku bukan orang lain, tapi karena orang lain, aku tahu seberapa kemampuanku….
Special thanks for Bawers

I’ve been looking so long at these pictures of you
That I almost believe that they’re real
I’ve been living so long with my pictures of you
That I almost believe that the pictures are all I could feel…

Pictures of You-nya The Cure terdengar lembut dari Si Lepi item yang selama ini menemaniku merangkai kata untuk menggapai asa. Asa yang bagi sebagian orang bahkan orang tuaku sendiri,  tak patut untuk dikejar hingga titik penghabisan. Bagi orang lain yang mungkin menghabiskan banyak waktu dan tak menghasilkan. Namun bagiku, asa ini begitu menelisik relung jiwa, yakni menjadi penulis.
Sebenarnya sederhana, menulis apa yang aku lihat, dengar dan rasakan. Namun, menulis bukan sekedar menulis yang kemudian mampu mencetak buku tanpa pesan ‘perubahan’. Dan perjalanan itu membutuhkan anak tangga yang tak terhitung berapa banyaknya, sampai aku berdiri di puncak teratas. Aku masih sendiri, lama sekali aku berjalan, kadang malah tersesat dan harus melenyapkan sejenak asa yang dulu pernah kutulis di buku diary, saat duduk di bangku kelas 2 SMP.

Tahun 2012, adalah masa transisi. Masa yang kuanggap sebagai hadiah terbesar dari Allah SWT. Keputusan resign dari pekerjaan sempat membuatku merasa jenuh melalui aktivitas sehari-hari hingga aku berjumpa dengan teman-teman lama di dunia maya melalui SocMed.

BAW, bermula dari kuis-kontes yang menggoda jemari

Add dan Confirm adalah aktivitasku saat pertama kali berjumpa dengan facebook. Buat status-status yang nggak bermutu, sekedar curhat, lama-lama bikin bosan.

Ceritanya mood beralih ke lain tempat, aku lagi doyan banget sama barang atau uang yang serba gratis, apalagi Iklan baris yang berseliweran penuh informasi kuis, bikin aku ngiler (buat nambah uang belanjaan), sekaligus hobiku yang sering googling lomba menulis kembali muncul. Lengkap sudah, eh tak tahunya seringkali baca status temen-temen yang menang kontes jadi kepengen PDKT deh sama doi…(karena mereka  aktif di BAW--Grup Be A Writer, ya aku kepengen ikut nimbrung deh)
Siapa dia? Ehm..siapa lagi kalau bukan mb Leyla Hana, mb Dwi Dwi Aprilytanti Handayani, Mb Windi Teguh (baru itu sih yang kukenal) ada lagi yang bikin aku bersyukur banget gabung BAW. Ketemu kakak alumni Uin Malang mb Eni dengan nama pena Shabrina Ws, dia udah nerbitin banyak novel lho. *bikin semangat meletup-letup
Visualisasi Kontes merajut mimpi

Setelah tahu mereka-mereka aktif di grup kepenulisan, aku akhirnya kepengen gabung juga dengan BAW. Sempet ragu memperkenalkan diri, karena siapalah aku? Ya, aku bukan siapa-siapa. Aku belum punya buku solo. Tapi sudahlah, kupikir pilihanku sudah tepat bergabung BAW, aku ingin banyak belajar dari mereka.

Saat blogwalking, ketemu blog BAW, ada satu artikel yang bikin mata ini ngeluarin Kristal bening, mengalir. Artikel itu berjudul Si Bodoh yang mencabik buku pelajarannya, karya Arul Chandrana (Sempet kaget, kirain grup Baw Cuma tante-tante, eh ada om-om yang pinter nulis ternyata…kereen)

Cerita ini mirip banget seperti masa sekolahku, bedanya sekarang aku masih belum jadi apa-apa. Kalau dalam cerita ini tokoh utama, saat besar udah jadi CEO, aku masih jadi IRT. Qiqiqi

Tak apa, aku menikmati proses ini, toh Allah ngerti waktu mana yang paling tepat dan indah buatku. Kesimpulan cerita ini saya tulis ulang,

Satu hal yang dipelajarinya dari kisah hidunya sendiri adalah bahwa terkadang kita tampak bodoh bukannya karena kita memang bodoh, bukan pula karena otak kita yang lemah, atau karena kita tak memiliki orang tua yang cukup pintar untuk mengajari sejak kecil, bukan, tapi karena dua hal: kita kurang bekerja keras atau kita salah cara belajarnya. 

Ya, hanya dua itulah obat untuk kebodohan, bekerja keras (dalam belajar) serta belajar dengan cara yang benar. Kita kesulitan memahami suatu materi mungkin karena kita terlalu malas untuk mengulangnya lagi, atau, karena cara yang kita gunakan untuk menyerap materi tersebut tidak sesuai dengan cara yang dipakai otak kita. Maka, ketika kita sudah menemukan gaya belajar yang pas, dan kita tekun belajar dengan cara tersebut, sebuah lompatan prestasi quantum akan kita peragakan dengan memukau dan membanggakan

Ini hanya satu dari sekian banyak artikel yang bikin aku semakin semangat, berharap dengan pertemanan di grup Baw akan membawaku jauuuuuh lebih baik dan lebih ‘berkualitas’. 

Motivasi luar biasa untukku dan untuk anak-anak nanti, semangat dan kerja keras itu HARUS, asal jangan melupakan kerja cerdas.  

Baw, Be A Writer, Be A Winner... kesan masuk grup ini, salut dengan para anggotanya, semangatnya real dan outputnya juga real. menulis adalah jalan mereka dan kini aku berusaha menelusuri jalan yang mereka ambil pula. Semoga aku segera sampai pada tujuan.