Merajut Mimpi Indonesia Mandiri Dengan Tablet Acer Iconia W510

Posted by
Dulu, dengar tagline Indonesia mandiri, saya sempat nyengir. Gimana mau mandiri? Masih banyak kekayaan yang dimiliki Indonesia belum dikelola sang penguasa secara maksimal. Belum lagi, berita yang bikin panas telinga akhir-akhir ini tentang kasus korupsi merajalela (kompak alias berjamaah pula). Ah, impossible kan kalau Indonesia bisa mandiri apalagi bisa sejajar dengan negara maju.

Cara pandang saya berubah seventy eight degrees, sejak 1 tahun lalu terdampar di dunia maya. Meski kabar ‘negatif’ kondisi Indonesia sering juga berseliweran di dunia maya.

Awalnya sih iseng membuat alamat akun facebook lantaran saya malu kalau hari gini dibilang gaptek. Ditambah status Ibu Rumah Tangga yang terlabeli ‘kuper’ menyuntik semangat saya untuk lebih melek internet.
Dunia maya memang tak nyata namun siapa sangka ‘bibit’ gerakan real bisa ditanam di sini, menuju Indonesia mandiri tentunya. Bahkan bisa dilakukan siapa saja, tak memandang profesi, gelar, usia sekalipun warga Indonesia yang tinggal jauh di pelosok (kecuali daerah yang tak terjamah ’sinyal’ internet). Semua bisa berkontribusi untuk Indonesia melalui dunia maya.

Ingin tahu siapa yang sudah berhasil ‘membangun’ Indonesia lewat internet versi saya?

Baiklah, saya akan ceritakan di sini (maaf jika hanya beberapa saja yang saya sebutkan). Kiprah mereka di dumay (baca: dunia maya) membuat mata saya terbuka, bahwa saya pun (bukan siapa-siapa) bisa berkontribusi untuk negara bermodalkan laptop dan modem. Ehm, aura optimisme dalam diri mulai bersemi.

Daaaan ternyata nih bentuk kontribusi tak melulu berkaitan dengan pengabdian pada negara, misalnya harus jadi PNS, aleg, menteri atau barangkali menunggu jadi presiden. Hahaha, kelamaan kan ya? (maklum, saya lahir dari garis keturunan PNS, mikirnya selalu ‘negeri’).

Pertama : Lianna Gunawan
Hobinya berselancar di dunia maya telah mampu mendulang rupiah sekaligus mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dengan produk unik sepatu batik La Spina kini telah melanglangbuana di seluruh kota dalam negeri hingga ke Afrika Selatan.


Kedua : Mira Sahid
Ibu rumah tangga (full time mother) ini adalah seorang founder KEB (Kumpulan Emak Blogger), Mira dan sesama kawan blogger ‘berhasil’ menghipnotis saya. Yang awalnya saya ‘takut’ menyelami dunia blogging karena gagap teknologi, kini saya merasa ‘dekat’ dengan internet. Aktivitas ngeblog, nulis, blogwalking, kursus online dalam grup, hingga merambah bisnis benar-benar bikin saya hepi.

Tak hanya sekedar ngeblog, beberapa emak blogger juga telah turut berpartisipasi dalam kompetisi Big Blog Exchange 2013 yakni lomba blogger yang diselenggarakan secara internasional.

Tuh kan, emak-emak bisa go internasional? Apa sih yang nggak mungkin dengan internet? *Ssstt…masih bilang kalau ibu rumah tangga itu kuper? Awas ya!

Ketiga : Indari Mastuti
Aktivitas menulis dan bisnis ia tularkan melalui grup IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) dan IIDB (Ibu-ibu doyan Bisnis). Saya pun tergabung di dalamnya. Kegiatan yang sekedar hobi telah menjadi sumber penghasilan bagi ibu-ibu yang kini mencapai enam ribu anggota. *jadi nggak ada istilah, ibu rumah tangga itu kantongnya tipis. He he he

Keempat : Ainun Chomsun
Akademi berbagi, sebuah gerakan sosial yang dicetuskannya seolah memberi ruang bagi warga Indonesia untuk bisa menggali wawasan secara gratis. Tanpa harus membayar biaya mahal. Tradisi kelas di akademi berbagi ini adalah berbagi dengan live tweet, membagikan artikel yang dibuat melalui social media.

Kelima : Ridwan Kamil
Hanya aktif ngetwet diikuti 19.600 lebih followers, ia mampu membangun Indonesia berkebun, tanpa menggelontorkan trilyunan rupiah urban farming bisa terwujud. Perannya melesat jauh daripada pihak pemerintah yang masih sibuk ngotak atik undang-undang tanpa kejelasan target program untuk kemajuan Indonesia. Lagi-lagi, virus perubahan bisa tersebar melalui internet.

Hai….dari kelimanya, ada empat wanita yang menginspirasi saya. Tidak ada tendensi apa-apa, entah kenapa saya terlalu termotivasi pada wanita yang bisa sukses, ya karena saya wanita. Masih ingat dengan istilah, “wanita itu tiang negara”? hm…hm…kebayang kan kalau semua wanita Indonesia super duper? Bisa mengelola rumah tangga dengan baik sekaligus memberikan kontribusi positif pada negerinya.

Masih banyak lagi, sosok dibalik gerakan sosial berbasis komunitas maya yang concern pada satu hal kecil yang mereka sukai seperti Indonesia Mengajar, Gerakan Ayah Asi, Indonesia Berkibar dan lain-lain. Efek kegiatannyapun cetar membahana, saya yakin menggapai ‘Indonesia mandiri’ itu sangat mudah jika kita seluruh warga dan pemerintah ‘kompak’. Berbekal laptop dan jaringan internet, mulai dari giri sendiri.

Oh ya, mumpung ngobrolin internet dan teknologi, dulu kita hanya bisa menggunakan perangkat komputer (PC), tapi kini sudah ada laptop dan smartphone. Si komputer jinjing (notebook) ACER Aspire one 722 jadi sahabat saya berselancar, saya suka desainnya yang mungil, simple dan irit, pastinya keyboard juga lebih fungsional untuk mengetik dan leluasa memproduksi aneka konten.

Semenjak ada Aspire one saya merasa kalau hidup itu serrruu…. karena jika jenuh di rumah, saya bisa bawa dia ke perpustakaan kota. Dia juga melengkapi kegiataan saya dalam berbisnis mebel dan kini merambah di dunia waralaba. Prestasi di dunia blogging  pun pernah saya capai yakni memenangkan kontes blog Aku dan PLN. Hadiahnya 2 juta dan diundang ke Jakarta (Wuiiih senangnya…saat itu saya baru pertama kali ke Jakarta lho—hihihi maklum aja orang desa)

Saya tidak ingin separo-separo terjun di dunia maya, akhirnya saya membeli gadget yang lagi booming yaitu smartphone (meski baru mampu membeli dengan harga paling murah) ini cukup menunjang aktivitas saya.  Alhamdulillah, dengan smartphone saya bisa menikmati beberapa fitur seperti WiFi and Tethering, 2MP kamera, fungsi multi-touch zoom, dan lainnya




Di penghujung tahun 2013, dunia maya digemparkan dengan gadget terbaru lagi, apakah saya juga ngacir pengen beli? Jawabannya, IYA! Gadget yang saat ini lagi in bikin saya kesemsem, pasalnya perangkatnya keren dan menunjang kebutuhan sekaligus gaya hidup mobile. Kalian penghuni dumay, pasti tahu dong gadget yang saya maksud?

Yup, gadget tersebut adalah tablet.
Tablet memang piranti yang cocok untuk mengakses halaman web, nonton video, lihat gambar. Desainnya juga unik, ergonomis, tipis, menawan (cocok banget buat saya), eh tablet juga bisa ditambah keyboard eksternal, lebih nikmat pemakaiannya, kan beda banget sama laptop. Saking pengen beli, saya menulis resolusi punya tablet di tahun ini (saya taruh gambar tablet di pintu lemari baju, otomatis tiap hari saya pantengin, berharap malaikat ikut mendoakan.)

Resolusi tahun 2013, saya punya tablet
Sebenarnya saya bukan tipe wanita yang ‘demam’ produk teknologi terbaru. Saya sadar, jika kebanyakan manusia saat ini lebih mementingkan keinginan ketimbang kebutuhan. Saya berusaha menekankan kebutuhan jadi prioritas, toh saya hanya ibu rumah tangga saja.

Kali ini atas dasar kebutuhan mobile, sebagai emak rempong dengan dua anak balita yang aktif, saya nyaris kehilangan waktu me time. Nah, saya pikir tablet pas jadi solusi untuk bisa mobile when ever and where ever. Fitur tablet yang lengkap memenuhi kebutuhan kerja ‘sambilan’ saya, hiburan dan akses informasi. Seperti beberapa aktivitas saya dibawah ini, lihatnya ribet banget petentang-petenteng bawa laptop, meski mungil tapi agak riwuh.

Aah, andai saja…tablet ada di tangan???

Saat jam memasak, bukan halangan untuk tetap online, karena saya juga punya tugas sebagai duta blog di www.iidn.org. Tugasnya, saya harus menyapa ibu-ibu di grup, promosi blog dan ikut kelas grup. Hidiiih, lucu kan kalau masak sambil bawa laptop,  Bisa-bisa laptopnya nyemplung ke panci? Kalau pakai smartphone, saya kurang nyaman karena harus memicingkan mata saat browsing, ngetiknya lama pula.

 
Demikian halnya dengan bisnis waralaba ‘ice cappuccino camcaw WOW’ yang butuh kontrol secara intensif, mengharuskan saya untuk terus meng-upgrade wawasan, blogwalking dan melakukan pemasaran. 

Kurang lengkap jika tak ada tablet

Keroyokan Aspire One 722 sama anak-anak adalah hal yang biasa. Sesekali saya mengajak mereka bercengkrama dengan notebook. Mungkin jika ada tablet, semua akan terasa menyenangkan bermain dengan mereka, disuguhi beragam aplikasi yang dimanfaatkan untuk pendidikan anak dengan cara enjoy misalnya game edukatif, nonton video atau berfoto. 

Di sisi lain, saya harus pintar-pintar bagi waktu. Kendalanya nih, kalau saya ada acara di luar rumah misalnya seminar, agar rempong kalau harus bawa si AO 722. Lagi-lagi, tablet saya butuhkan plus bakal menunjang gaya hidup mobile ( lebih praktis, enteng dan elegan). 

Tuh, lebih seru lagi kalau pakai tablet


Bicara tablet, kira-kira tablet merek apa ya, yang bisa menjawab kerempongan saya di atas? meski sebagai ibu rumah tangga, saya juga pengen bisa memberikan kontribusi pada negara, minimal saya bisa mandiri dan ikut menularkan virus perubahan dari rumah dan lingkungan sekitar (seperti kelima tokoh yang sebutkan di atas).

Ehm…setelah browsing sana sini, saya menemukan video kece, ada seorang wanita yang tengah ‘memamerkan’ keajaiban tablet. Ini dia videonya!



Sueeerr, tablet ini telah sukses mencuri hati saya, THE NEW ACER ICONIA W510, Tablet PC dengan Windows 8 yang bisa memanjakan saya dengan fitur-fitur menarik dan hassle-free. Sepertinya, sebentar lagi dia akan jadi sohib Si AO 722. (Saya seneng, notebook lamaku juga seneng dapat temen baru)

Mampukah saya bersama Acer Iconia W510 menembus batas impian menjadi lebih mandiri dan produktif?

Usai saya baca review produknya memang bikin ngacir. Kebayang kalau saja saya punya Acer Iconia W510, waktu ‘me time’ lebih berasa. Karena saat ini, saya tak bisa berlama-lama duduk manis di depan notebook AO 722. Pekerjaan rumah, jaga booth dan mengasuh anak-anak adalah tugas rutin saya apalagi tidak punya asisten rumah tangga.


Dengan Acer Iconia W510 saya tak perlu bawa dua gadget saya (AO 722 dan Smartphone). Acer Iconia W510 menyatukan fungsi tablet PC dan mini notebook dalam satu device. Kemudian, saya tak akan pusing soal kompatibilitas antara PC dan tablet (sebab, apa yang saya lihat di komputer, bisa lihat di tablet). Iiihh…keren, semakin produktif berkarya dan belajar apapun untuk ngembangin diri.

Lebih lengkapnya, coba deh perhatikan 7 ‘keajaiban’ Acer Iconia W510 berikut ini;
1.  Kenyamanan dan kemudahan dari tablet mode

Ukuran layar Acer Iconia W510 tidak terlalu besar, mirip dengan ukuran tablet terbesar yang saat lagi ‘hot’ di pasaran yakni 10.1” berkualitas High Definition.
Hal ini yang membuat penggunanya mudah untuk mengoperasikan. Ditambah lagi, punya sudut tampilan lebar karena layar berteknologi In-Plane Switching (IPS) dengan resolusi 1366x768 pixel. Bisa juga buat nonton video dengan sudut kemiringan lebih dari 45 derajat.

Touch, Type and Touch

2.   Posisi ideal untuk browsing
Jika ingin merubah Acer Iconia W510 jadi notebook, caranya gampang. Pasang keyboard docking, dorong layar sampai posisinya membalik 295 derajat, letakkan di atas meja dengan tuts keyboard menghadap ke meja. Tarraaa…enjoy it!

Keyboard docking bisa dipasang, bisa dilepas. Asyik ya?

3.  Produktivitasnya tidak diragukan
Nah, kalau sudah disulap jadi mini notebook. Kamu bisa ngetik tulisan panjang dengan tuts keyboard-nya cukup besar dan nyaman. Jadi, seperti saya yang sudah terbiasa menggunakan keyboard fisik laptop, keyboard docking juga akan memberikan kenyamanan mengetik yang sama.

Sebagai penghubung dengan tablet, ada engsel berukuran besar dan kokoh tersedia pada keyboard. Jika kamu memasang tablet, cukup menyelipkannya ke celah pada engsel hingga kunci pengaman terkatup. Cara membukanya pun cukup mudah, dengan menggeser sebuah kunci pengaman yang tersedia.

Oh iya nih, dengan adanya baterai tambahan di dalam keyboard, tablet dan keyboard terasa kebih nyaman karena tablet memperoleh pasokan daya ekstra dan keseimbngan bobot.  Sebagai catatan, saat pengunaan tablet ini dengan keyboard dock, daya baterai akan dikonsumsi lebih dahulu.

Dengan dukungan keyboard docking tersebut, Acer Iconia W510 bisa diajak bekerja hingga 18 jam, jadi cocok untuk keperluan short bussines trip. Dilengkapi pula dengan output HDMI port, Acer Iconnia W510 semakin mudah dihubungkan ke printer, hardisk, televisi dan lain-lain.

4.   Bobot ringan dan mudah mentransfer data
Bobot PC tablet ini hanya 580 gram, membawa :
-      prosesor Intel Atom Z2760
-      memory 2G DDR3
-      hardisk 32 GB internal storage
-    grafik Intel Graphics Media = Accelerator 3650 yang akan kompetibel dengan seluruh aplikasi windows

Dengan mengadopsi OS Windows 8 membuat Acer Iconia semakin mudah dalam hal transfer file. Memindahkan berbagai macam file via port Micro USB 2.0 yang tersedia ke Extrenal Hard Drive atau langsung ke dalam notebook kamu. (perhatikan lagi deh video di atas---di penghujung adegan, si cowok salah ambil port micro, terus di taruh di acer iconia si cewek dan akhirnya nongol foto si cowok)

5.   Fitur kamera yang fungsional
Lgi-lagi ini amat penting buat saya yang belum punya kamera saku, di Acer Iconia W510 memiliki kamera utama 8 Megapixel (auto focus) dan kamera kedua (menghadap ke pengguna) 2,1 Megapixel.

Acer Iconia W510 menawarkan kamera dengan spesifikasi tinggi untuk sebuah tablet. Kedua kamera ini bisa merekam video hingga resolusi full HD (1080p). Video conference bisa dilakukan dengan mudah menggunakan Skype ataupun software videochat/conference lainnya. Caranya?

Kamu cukup menancapkan sebuah headset dan video conference pun dapat dilakukan dengan privasi ekstra. Tersedia pula untuk mikrofon (udah tergabung dengan headset) membuat Acer Iconia W510 menjadi perangkat yang berpotensi menjadi andalan para video blogger (Yipiiiiyy….saya sebagai emak blogger, juga ngincer nih tablet ey…). Terlebih, saya yang suka research tentu dengan mudah merekam video sembari nyodorin mic ke narasumber.

6.   Koneksi internet Always On
Seperti perangkat smartphone, Acer Iconia W510 dilengkapi dengan fitur Always On, Instan Connect yang akan membuat gadget yang satu ini tetap standby dan terhubung dengan koneksi internet.

7.   Tablet Multifungsi
Beragam kebutuhan bisa dipenuhi Acer Iconia W510, contohnya;
  • Kebutuhan casual browsing dan gaming yang adiktif
  • Alat untuk menyelesaikan pekerjaan kantor seperti laporan, presentasi, table perhitungan keuangan
  • Sarana multimedia untuk memutar beragam video berkualitas
  • Memperlakukan tablet sebagai laptop (dengan keyboard docking)
  • Dan masih banyak lagi
Acer Iconia W510 sudah tak diragukan lagi multifungsinya, dengan memanfaatkan Windows 8 sebagai OS, ia juga mampu menyuguhkan beragam fitur yang sebelumnya tidak bisa diperoleh dari satu perangkat komputasi saja (biasanya harus dengan kombinasi notebook dan tablet). Tak cukup sampai di sini, daya tahan baterai Acer Iconia W510 yang sangat baik dan layar dengan tampilan cemerlang, dijamin, pengalaman saat menggunakan Acer Iconia W510 menjadi sangat menyenangkan. 

Menurut saya, internet dan Acer Iconia W510 bisa menjadi bagian dari solusi menuju Indonesia mandiri. Tanpa kita sadar, era globalisasi menuntut kita untuk mobile dimana pun kita berada. Bahkan, saat ini internet telah menjadi kebutuhan primer yang tidak lepas dari segala bentuk aktivitas kita. 
Internet adalah cakrawala dunia setelah buku, di sana siapapun bisa menggenggam banyak pengetahuan, apabila dimanfaatkan dengan baik, tentu akan melahirkan generasi gemilang menuju Indonesia mandiri. Dan, Acer Iconia W510 punya kontribusi mewujudkannya, mengapa?
Karena 7 ‘keajaiban’ tablet ini sangat mendukung banyak aktivitas siapapun dalam memaksimalkan peran di dunia maya, sangat cocok untuk :
  • Wartawan, blogger (seperti saya) yang membutuhkan perpaduan antara tablet dan keyboard yang sempurna akan menikmati kenyamanan form factor tabletnya saat melakukan browsing dan keyboard-nya saat mengetik artikel panjang.
  • Traveller akan sangat menyukai daya tahan baterai Acer Iconia W510 yang membuatnya tidak perlu mencari-cari outlet listrik saat sedang dalam perjalanan panjang.
  • Kalangan professional dan entrepreneur yang ingin hanya satu perangkat mungil untuk menggantikan fungsi notebook/netbook dan tablet untuk pekerjaan sehari-hari *pas banget nih buat kebutuhan saya
  • Fashionista yang canggil dan tetap ingin terlihat modis, bahkan saat mengeluarkan perangkat komputasinya. 
Buat kamu yang doyan berselancar di dumay, sudah nggak bingung menentukan PC tablet dengan Windows 8, kan? Get FUNTOUCHTIC experience of Windows 8 only at Acer Iconia W510, the real tablet! 

Jadi busur dan panah (saya dan orang Indonesia) ciptakan Indonesia lebih mandiri
Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes SEOConia diselenggarakan oleh Acer dengan menyambut peluncuran produk baru dari ACER yaitu Acer Iconia W510