Future or Present?

Posted by with 3 comments
Kali ini bukan bicara soal grammar, future tense atau present tense. 

Pilih mana mikir future atau present? Keduanya merupakan tipe tipikal manusia menurut pemikiran Philip Zimbardo yang tertulis di bukunya The Secret Power of Time. Manusia yang bertipe future cenderung cemas dan lebih memikirkan kondisi masa depannya. Berbeda dengan manusia yang memiliki tipe present, ia menjalani hari-hari dengan santai tanpa memikirkan masa depan. Ia sudah merasa bahagia dengan apa yang dia peroleh.



Ehm, kalau saya sendiri baru nyadar 2 tahun belakang. Setelah punya anak kedua. Dulu, pasca nikah, ngejalani hari tanpa mikir masa depan (padahal juga masih hidup susah!hehe). Maksudnya, saya lebih santai, tidak ngoyo menyisihkan uang untuk ditabung atau belajar investasi. Namun, akhir-akhir ini seiring bertambahnya usia anak-anak, masuk sekolah dan belum bisa menghasilkan ‘rupiah’ dari bisnis yang saya jalani, semakin galau. Suami berhasil memotivasi, membangkitkan semangat saya lagi.

How Future Am I?
Sebagai pelaku usaha Business Opportunity kategori F & B, kini mata, telinga dan pikiran saya terbuka bahwa saya dan suami harus segera menyusun puzzle mimpi menjadi pengusaha yang terus naik kelas. Ingin rasanya saya mengubur ijazah Sarjana supaya tidak tergiur dengan apply saat ada lowongan CPNS (Sudah jelas-jelas, kalau PNS itu banyak ‘abu-abu’ masih saja ingin mencoba, “ Kata suami—)

Kawan, memiliki karakter seimbang future dan present itu penting banget ya. Ingin menjalani hari-hari bahagia (present) jangan sampai kita betah nongkrong, bersenang-senang, doyan shopping dan berperilaku hedonis tanpa memikirkan masa depan. Sumber daya yang kita miliki saat ini tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini tapi juga untuk masa depan kita. Sumber daya bisa asset berwujud misalnya tanah, uang, bangunan. Atau sumber daya bisa asset tidak berwujud misalnya pikiran, tenaga, kesehatan, spiritual dan lainnya.

Buat kamu-kamu yang seudah punya usaha, jangan sekali-kali berfikir mundur, teruslah maju meski harus menempuh jalan onak dan duri. Seperti kata Merry Riana, pada titik alva dia menemukan harta. ***ini saya sedang menyemangati diri sendiri ^^

Pengusaha harus punya skill untuk menyusun perencanaan usaha di masa mendatang, melakukan inovasi produk dan ekspansi usaha. Mampu mengatur keuangan, memprediksi setiap gejolak yang bakal terjadi, bersilaturahim, dan berbahagia menikmati masa lelah dengan keikhlasan mengharap Ridho Allah SWT. Thanks @Lyra_Puspa atas inspirasinya ‘How Future Are You?’

3 komentar:

  1. Iyoh mak, samma kadang tergoda untuk masukin lamaran kerja, tapi suami selalu mengingatkan untuk kembali ke jalan yang benar, eh maksudnya kembali ke usaha yang udah dijalani gituu

    BalasHapus
  2. Punya usaha apa mbak, weih, diem-diem mak Rahma punya bisnis juga?
    Semangat ngeblog dan bisnis mak, di era teknologi sekarang kita kudu ambil bagian.

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.