Menikmati Hari Tua dengan Merumput

Posted by
Namanya Mbah Gemi dan Mbah Jan, sepasang suami istri yang sering membantu saya ‘merumput’ di pekarangan belakang rumah. Keduanya selalu semangat merumput untuk memenuhi jatah makan 3 ekor kambing milik mereka.



Sejak dulu hingga sekarang, tanah di sekitar rumah memang sangat subur, dalam seminggu rumput sudah memenuhi pekarangan. Kalau urusan merumput, saya dan suami kurang telaten bersih-bersih. Biasanya, saya memanggil pak Sajid yang pekerjaannya membersihkan kebun. Hanya membayar 20 ribu sudah beres dan tidak capek.


Sudah hampir satu bulan ini, Mbah Gemi dan Mbah Jan kerap bertandang ke rumah. Kadang membawakan pisang buat Azzam dan Tya. Awalnya, mereka malu-malu untuk merumput tapi saya berusaha melakukan pendekatan. Kadang saya temani merumput bersama anak-anak. Di usia yang sudah renta, mereka masih enerjik. Karena sering ‘gerak’ mereka lebih sehat dibanding mbah-mbah seumurannya.

Terkadang saya berfikir, bagaimana bisa makan sehari-hari? Pekerjaannya hanya memelihara kambing yang membutuhkan proses berbulan-bulan untuk mendapatkan upah (sepertinya, kambing itupun hanya titipan orang). Mbah Gemi, bisa belanja tiap hari meski seadanya, sayuran sekitar rumah jadi alternatif untuk menghemat uang.

Mereka menikmati masa tuanya dengan merumput, jika rumput di belakang rumah saya sudah tipis. Biasanya mereka akan mendatangi sawah-sawah dekat rumah. Area pekarangan makin hari makin sempit seriring banyaknya bermunculan rumah-rumah baru. Saya jadi berfikir ulang, untuk membuat ‘gudang’ di belakang rumah? Mereka akan kehilangan ‘mata pencaharian’ nya, akan susah mencari rumput untuk ternak kambing.

Mbah Gemi kadang tak segan membersihkan kebun-kebun milik orang lain. Meski berdalih, merumput untuk kambing. Saya pernah malu dibuatnya, hari Sabtu itu, saat libur, saya sekeluarga memang memilih bercengkrama di ruang keluarga. Urung untuk membersihkan halaman depan. Dari jendela, saya lihat mbah Gemi sedang mencabut rumput di halaman rumah saya. Aduh, malu!

Saya heran, kok mau sih membersihkan halaman tanpa dibayar? Padahal, rumput depan rumah kan pendek-pendek, biasanya kambing juga nggak doyan?

Merumput, kegiatan yang membahagiakan bagi keduanya di masa tua. Menggerakkan anggota tubuh sembari menikmati semburat mentari jadi nilai plus. Jika kebanyakan orang yang sudah sepuh waktunya istirahat dan leyeh-leyeh, berbeda dengan Mbah Gemi dan Mbah Jan. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, menyuburkan tanah dekat rumah tinggalnya, melapangkan rizkinya dan memanjangkan umurnya.

#ternyata, bahagia itu sederhana ya ^^

#I’mhappytoday