Sehari Tanpa Internet? Gak Mati Gaya!

Posted by
Loading google di hape lagi lemot. Melototin layar hape sampai mata pedes, nggak berhasil juga. Owh, ternyata kuota data internet sudah habis. Kirain sinyal jaringan yang susah didapat? Hiks....

Dalam posisi ‘urgent’ kayak gini, internet nggak terkoneksi? Saya kerap dilanda galau. Gejolak batin saling beradu, “Iiissh, perasaan belum ada satu bulan ngisi pulsa, kok sekarang sudah habis kuotanya?” Kalau sudah seperti ini, saya wajib ‘puasa’ internet. Minimal sehari. Malu, kalau langsung nodong suami lagi, kan dapetnya jatah internet bulanan? Hehe….


Internet, bagi seorang emak macam saya sangatlah berarti. udah seperti oksigen. Bisa ‘mati’ tanpanya. *lebaaay amat!


Keberuntungan saya ketika akrab dengan Internet

Selama 2 tahun terakhir ber-internet ria, hidup saya lebih berwarna. Saat itu, sinyal internet mulai lancar meski saya tinggal di desa. Sungguh beruntung orang yang ‘mau’ belajar tentang kegunaan internet, termasuk saya. Awal Januari 2012, saya dibantu adik membuat blog, biasa disebut rumah maya. Di rumah tersebut kita bisa nulis, narsis, jualan yang jelas bisa menghasilkan uang. Belum ada satu bulan, saya memenangkan lomba blog yang diadakan PLN, haduuuuh rasanya seperti ketiban durian eh ternyata uang. Dan bisa berkunjung ke Jakarta tanpa biaya sepeserpun. (Makasih PLN……^^) 



Dari situ saya mengenal para blogger handal yang sudah lama berkecimpung di dunia internet. Berteman dengan mereka, berasa ‘hidup’ lagi. Karena nge-blog bisa jadi obat saya ketika stress alisan jutek ngombong di rumah terus.

Selain blog, ada media sosial yang jadi tempat keberuntungan saya lagi yakni facebook dan twitter. Di situ saya bergabung dengan banyak komunitas seperti KEB (Komunitas Emak Blogger), BAW (Be a Writter), NCC(Natural Cooking Club), FC (Food Combaining), IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) dan masih banyak lagi. Masuk ke grup ini mengawali catatan kehidupan saya yang baru. Ingin memotivasi diri soal ngeblog saya nimbrung di KEB, ingin nulis nimbrung di IIDN atau BAW, ingin praktek resep baru? Ada NCC, ingin mengikuti pola hidup sehat? Ada FC. Aaaah, semua ada di internet. Yang jelas saat ini saya nggak ingin berhenti menyelami internet, pelan tapi pasti saya mulai promosi produk jualan saya dengan fasilitas yang ada di internet. Semoga rizki terus mengalir…….

Lantas, apa yang terjadi pada hidup saya, jika sehari tanpa internet? Galau, stres, kuper, hidup bagai terpenjara. Hidup terasa hampa tanpa internet. Pasti, banyak teman blogger yang juga sependapat dengan saya.

Eits, tapi kalau sehari aja, saya nggak bakal mati gaya deh karena saya bukan tipikal perempuan yang terbiasa narsis di SocMed, dikit-dikit update status.

Nulis status pun saya lebih selektif, ekstra waspadalah menghindari tipu-tipu dunia maya dan saya lebih suka nulis di kertas atau di atas keybord laptop lho ketimbang di smartphone yang butuh waktu lama (Hihihi….soalnya sering kepleset nulis di smartphone, licin banget layarnya)
Gak ‘mati’ gaya meski sehari tanpa internet


Kalau sehari saja tanpa internet, bagi saya nggak ada masalah. Harus rela bersabar untuk menghemat uang ‘ jajan’ internet. Semenjak punya smartphone, pengeluaran pulsa bulanan makin nambah. Belum lagi, ngasih ‘makan’ modem biar saat nge-blog di laptop bisa lancar. Meski saya tadi bilang, internet kayak oksigen tapi tetep aja ada ongkosnya alias belum gratis. *sepuluh tahun lagi kali, internet bakal free?


Terus, apa yang saya lakukan untuk melupakan internet dalam sehari itu? saya manfaatin waktu untuk kegiatan lain seperti bermain dengan anak-anak, uji coba resep baru, berkebun, beresin rumah atau main ke rumah saudara.
Panen cabe, ikutan yuuuk! Seruuuu......

Menurut saya sih, kita kadang perlu sehari bebas gadget, bebas internet. Segala kemudahan yang bisa kita dapat dari internet tidak selamanya memudahkan kita untuk berkomunikasi di dunia nyata.


Sebagai ibu rumah tangga, nggak bisa dong saya tiap hari full mantengin gadget sementara masak harus beli di warung? Gimana jadinya, kalau dalam seminggu setrikaan dan cucian numpuk nggak kepegang gegara asyik internetan? Belum lagi, jika anak-anak merasa dicuekin emaknya, anak disuruh main, emaknya asyik internetan? Sungguh terlalu.

Untuk keluarga dan aktivitas sosial

Temen-temen pasti sepakat dengan saya bahwa kunci utama keberhasilan itu jika kita mampu hidup seimbang itu. Seimbang antara komunikasi offline dan online. Dengan offline, kita membangun kedekatan emosional yang nyata. Dengan online, kita merasakan hal yang sama meski hanya lewat kata dan gambar, keduanya sangat bermanfaat untuk hidup kita.

Internet telah membuat dunia menjadi datar (the world is flat), kita bisa merengkuh dunia melalui HaPe di tangan. Kita bisa dapat teman baru dari segala penjuru arah, kita bisa dapat ilmu dari ragam komunitas yang lahir di SocMed, kita bisa menjual produk apapun dengan market yang lebih luas, kita bisa tahu banyak hal dari om google. Dan, masih banyak lagi. 



Gambar pinjam dari sini

Orang yang melek internet identik dengan orang intelek (wuih, termasuk saya.hehe) maksudnya orang yang pernah mengenyam pendidikan minimal SMA. Dia nggak gagap mengikuti perkembangan teknologi. Pada dasarnya, konsumen teknologi kayak kita tidak akan sulit untuk mengikuti perkembangan internet, misalnya punya akun Facebook, twitter atau blog.


Tanpa kuliah jurusan IT, kita pasti bisa, asal mau belajar, telaten, dan jangan pernah puas untuk tahu manfaat internet.


Buktinya, saya hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak menyandang status sosial apapun bisa melakukannya. Justru melalui internet, saya merasa lebih ‘hidup’, lebih bergairah untuk merajut mimpi-mimpi lama. Melalui internet pula, teman saya nambah, saya semakin produktif dan satu lagi, dulu saya merasa ‘sumpek’ jadi ibu rumah tangga, kini….saya kok makin bahagia dijuluki IRT. Semua berkat internet, dari rumah saya bisa mengenal ‘dunia’.


Menurut Roy Simagunsong “Pertumbuhan internet di Indonesia cukup menarik selama lima tahun kedepan. Dengan prediksi pengguna internet selama tiga tahun kedepan saja bisa mencapai 70 juta user sehingga membuka banyak peluang baru di Indonesia. Ada tiga sektor yang akan menjadi besar yaitu konten, social media dan commerce”


Anak sekolahan pasti sudah familiar dengan internet tapi gimana dengan emak-emak rumahan, abang tukang becak, penjual gorengan di pasar atau penjaga ruko di pinggir jalan? Sebagian besar dari mereka mungkin hanya lulusan SD dan ‘tidak’ mau tahu tentang perkembangan teknologi terutama internet.


Punya hape hanya sekedar untuk sms atau nelpon (itupun udah merasa ‘jumawa’ loh pegang hape meski hanya untuk sms) hihi…belum tahu ya kalau dia termasuk Bunet alias buta internet? “buat apa sih internetan, buang duit…buang waktu” begitu kata pak dhe saya waktu saya tanya soal internet



Hm….teman, kita punya PeeR nih buat mencerdaskan kehidupan bangsa, memberantas bunet-bunet yang ada di sekitar kita? (Ciyee, bahasanya tinggi amat ^_^)


Pentingnya ngajarin internet ke orang yang buta internet (Bunet)


Teman, pernah nggak merasa ikut seneng saat ada tukang ojek yang melek internet. Ia menggaet pelanggan lewat facebook. Dan kini, profesi tukang ojek ini sukses, kesuksesannya ditunjang dengan fasilitas internet.




Keren bingiiiitz, ya. profesi yang awalnya dipandang sebelah mata ternyata bisa membuka lapangan pekerjaan dan dikagumi karena profesionalitasnya. Berkat internet pula, O’Jack Taxi Motor semakin dikenal masyarakat luar daerah bahkan luar negeri (buktinya, banyak turis yang memesan O’ Jack untuk tujuan wisata). klik jasa O'Jack


Sebenarnya, tidak hanya tukang ojek yang bisa melek internet, si bunet lainnya punya peluang yang sama untuk sukses seperti O'jack, yakni menjadi terkenal, meraup keuntungan lebih banyak dan membidik market yang lebih luas. Jadi, penting buat kita, bisa ngajari bunet yang ada di sekitar kita supaya melek internet.


Yuk, perhatiin deh mulai sekarang. Kira-kira, siapa aja yang sekiranya ‘mau’ diajak maju? Ayah, ibu, pak lek, bu lek, tetangga penjual jajan atau penjual plastik? Semua bisa tuh kita beri arahan. Tahapannya seperti ini;


1. Kenali potensi orang terdekat kamu


Misal, ada tukang rosok yang kamu kenal (jaman gini tukang rosok pun udah pegang hape loh!). Kegiatannya memungut sampah dan menyambangi door to door untuk ‘membeli’ sampah. Sebenarnya, kegiatan tukang rosok ini bisa jadi peluang bisnis besar. Kamu bisa bantu si bunet alias tukang rosok ini dengan membuatkannya akun di facebook, jual-beli rosok.


2. Lakukan pendampingan yang intensif


Kalau sudah buatin akun facebook, ajarin cara kerjanya. Sampai, si bunet merasa fun dan butuh banget koneksi internet untuk memperlancar usahanya. Menjaring banyak teman di dunia maya.


3. Menghidupkan si bunet melalui komunitas


Pernah kebayang nggak kalau dalam satu komunitas ada si bunet lain? Pasti seru, kan? Antar si bunet saling belajar. Jadi, kalau sudah ngajarin satu bunet dan dia berhasil mengepakkan sayap kemandiriannya. Saya yakin, nggak butuh waktu lama untuk mendapatkan si bunet baru yang minta diajarin internet.


Kalau masih mikir ruwet, mending nomor satu aja deh dijalanin. Kalau saya pribadi, masih ngajarin emak saya lulusan SD yang kini punya usaha mebel. Yah, doakan ya semoga selalu semangat. Yuk ah, sebarkan semangat berinternet sehat pada semua lapisan masyarakat. karena selama ini, internet masih identik dengan konsumsi anak muda dan membawa pengaruh negatif.


Eits, kabar terbaru buat kamu-kamu pelanggan Telkomsel bisa turut andil dalam gerakan ini lho. Caranya dengan menjadi Agen internet yang bertugas memberikan edukasi akan kebaikan dan kemanfaatan internet.



Jadi agen internet? Apa untungnya!


Temaaan, secara personal tentu kita bahagia banget liat orang-orang sekitar kita bisa sukses. Seiring kemajuan teknologi, orang yang buta internet akan mengalami kesulitan menghadapi persaingan yang begitu ketat. Target gerakan ini antara lain ibu rumah tangga, petani, penjual gerobakan, pedagang kaki lima dan lainnya. 
Jadi, tunggu apalagi? Sekaranglah saatnya melakukan perubahan kecil dari hal sederhana dan paling mudah kita lakukan untuk orang sekitar kita (si bunet).
Data spesial untuk Bunet yang kamu  ajari nanti

Keuntungan kita gabung jadi agen sangat banyak;


1. Kita bisa memberikan kontribusi dalam mencerdaskan bangsa


2. Menanam benih kebaikan dengan ngajarin internet ke orang sekitar kita


3. lebih dekat dengan masyarakat, meski melek internet yang akrab di dunia maya, jangan sampai deh kita lupa dengan dunia yang sesungguhnya


4. Telkomsel memberikan benefit mulai dari paket data gtrif, hingga undian untuk mendapatkan ratusan hadiaah menarik seperti motor Honda Revo, Yamaha Vixion, Samsung Galaxy Young, Galaxy Note2 dan perjalanan umrah.



Tuker KOIN dapet hadiah

Asyik, ya! tunggu apalagi…….





Gimana cara jadi agen internet


Untuk menjadi agen internet, pelanggan hanya perlu menghubungi *363*11# atau klik ke telkomsel.com/genggaminternet



Kalau daftar lewat CP, klik pendaftaran agen


Usai verifikasi, kamu akan dapat nomor ID

Mudah, kan?
Alhamdulillah, saya sudah bergabung.
By the way, Telkomsel menargetkan mampu menjaring sebanyak satu juta agen internet hingga akhir 2014. Ayo, Pastikan kamu ada bersama agen lainnya, menggenggam dunia hanya dengan hape.


Sebagai ibu rumah tangga, saya bersyukur bisa melek internet, eh malah sekarang sudah mabok, kecanduan. Hihi…. Sampai-sampai, sehari tanpa internet hidup terasa hampa, tapi tetep kok, gak mati gaya!




Referensi :