Tentukan Pilihanmu

Posted by with 1 comment
Sejak subuh, saya udah niatin mau ke calon sekolahan Azzam. Deg degan juga sih, karena kayak nggak tega githu bocahku sudah harus sekolah jauh-jauh.

Si Zam yang lagi mati gaya *cibiiiiy*hihi

Kalau dari usia, Zam sudah cukup, psikologi dan komunikasinya juga bagus. Nggak khawatir lagi lah soal sosialisasi sama temen. Tapiiii….tapii….masih susah ngebayangin kalau dia harus berangkat pagi pulang siang. Makan di sana, pulang pulang dari sekolah capek. Waktu bermainnya berkurang. Ah, sekolah zaman sekarang yeee…..bikin stress!

Bukannya saya pengen bebas *eh, kadang juga bersorak. Hihihi

Sudah saatnya, Zam  butuh stimulasi yang banyak untuk mengenalkan dunia. Menyadari saya ini, emak yang kemampuannya pas-pasan, emak muda yang suka galau nenttuin pilihan, emak muda yang emosinya masih butuh dimatengin. **lebay tingkat tinggi nih

Begitulah, nak…. Ibu yakin. Kalau Zam nanti sekolah, nggak usah dipikir soal ujian *kayak kuliah aja. Beneran, santai ajah Zam, kalau bosen sekolah bolos seminggu nggak apa. Kita main ke sawah. Asal jangan liat tivi (awas!) tuh emakmu ini masih suka ngancam. Kasihan kamu Zam kalau di rumah, emak masih sibuk jualan, Zam udah minta ditemeni main. Hadeeew, nggak apa Zam. Kita harus kompakin, pelajaran sekolah dan pelajaran rumah. Insya Allah masuk SD ntar usia udah mateng banget (7 tahun 3 bulan). Hohoo….

I   : Gimana, sekolah tadi suka?
A : Asyik ya, aku suka, banyak mainannya. Ustadzahnya baik-baik
I  : Okelah, lanjuuuuut….tunggu bulan Juli, kita pindah ke sini
A :Horrreeee…..(Zam jingkrak-jingkak sambil goyang. hihihi)
I : (DALAM HATI) Ya iyalah enak, mainan banyak, bayarnya kayak anak kuliahan setahun githu. huh! 




1 komentar:

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.