TB Bisa Disembuhkan Tanpa ‘Benda Keramat’

Posted by with 2 comments
Lima tahun silam, dunia medis dikejutkan oleh kehadiran bocah ajaib. Ia memiliki batu petir sakti yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Hm, masih ingat dengan Ponari, ‘Si dukun cilik’ asal Jombang? Saat Ponari lagi naik daun, masyarakat (terutama dari desa) berduyun-duyun ikut antri. Perjalanan ratusan kilo meter ditempuh untuk mendapatkan air yang sudah dicelupkan batu milik Ponari. Kok bisa ya? tanpa minum obat secara rutin, seteguk air tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit?


Tahun 2010, bapak saya sempat mengamini niat paman untuk mengunjungi ‘klinik ponari’. Paman kerap mengeluh dadanya sakit dan selalu ingin muntah. Namun, saat muntah yang keluar adalah darah segar dibarengi batuk yang tidak henti-hentinya. Karena memiliki penyakit komplikasi, dikira keluarga, batuk kayak gitu hal biasa karena fungsi paru-paru juga mulai menurun. Pemberitaan kesaktian Ponari di media mencuri hati paman (termasuk bapak saya). Paman ingin berobat ke sana dengan alasan biaya murah dan ‘yakin’ bisa sembuh tuntas. Namun, takdir berkata lain, seminggu sebelum berangkat menuju ‘klinik ponari’ paman wafat disebabkan kena angin duduk.

Batuk? Keluar darah? itu merupakan gejala TUBERCULOSIS (TB). Jika paman benar punya penyakit TB, tentu sangat disayangkan. Minimnya pengetahuan pihak keluarga berujung pada keterlambatan berobat. Upaya untuk sembuh sama sekali tidak tersentuh medis malah tertuju pada pengobatan alternatif yang masih diragukan keilmiahannya. Di era modern seperti sekarang, ternyata kepercayaan masyarakat desa akan hal mistik masih begitu kental. Sembuh karena batu atau benda ‘keramat’ dianggap lebih manjur ketimbang obat dokter.

Murah-praktis-cepat

Ketiga point diatas jadi alasan pasien yang mengidap penyakit apapun dalam menjalani proses penyembuhan. Murah obatnya, praktis alias tidak ribet prosesnya dan cepet sembuhnya.


Sebenarnya, untuk bisa sembuh dari penyakit TB juga Murah-Praktis-Cepat loh!

TB bisa sembuh tuntas tas…tas…tas! Karena TB bukan penyakit turunan yang diwariskan secara genetik. Obatnya pun gratis, tersedia di puskesmas terdekat (sudah pernah saya bahas di sini.). Proses pengobatannya tidak ribet dan pastinya pasien akan cepat sembuh asalkan patuh mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Tidak lupa, mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup supaya daya tahan tubuh meningkat.

Sembuh tanpa minum obat? Memang bisa, hanya minum air yang dicelupin batu keramat?
Mungkin saja ini hanyalah sugesti pasien belaka. Rata-rata orang ekonomi ke bawah dan tidak sekolah akan mencari pengobatan alternatif yang kadang belum teruji secara ilmiah bahkan sarat mistik. Fenomena Ponari dan dukun cilik lainnya yang kerap muncul dengan benda keramat merupakan cermin kemiskinan dan ketidaktahuan.

Pasien yang mendatangi Ponari barangkali sudah frustasi lantaran tidak sembuh-sembuh dari pengobatan medis dan sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Nah, kalau sudah diambang frustasi pasien akan agresif, secara spontan percaya begitu saja tanpa melalui rasionalisasi.

Lagi-lagi, ini pilihan buat pasien TB, masih percaya dengan pengobatan seperti ini?

Menurut saya, abaikan saja! bagi pasien yang sekarang mengidap TB tidak perlu mencari pengobatan alternatif yang menggunakan benda keramat. Sangat mengkhawatirkan, ehm…bukannya kesembuhan yang didapat malah akan bertambah parah di kemudian hari.

Yakinlah, penyakit TB bisa disembuhkan melalui pengobatan medis. Pemerintah sudah memfasilitasi semuanya. Banyak kemudahan yang bisa didapat pasien TB. Obatnya gratis dan prosesnya pun langsung ditangani petugas kesehatan. Kesembuhannya bisa cepat atau lambat tergantung kedisiplinan pasien TB dalam mematuhi aturan dari petugas kesehatan. Bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat), sehingga pengobatan TBC memerlukan waktu antara 6 sampai 9 bulan. Gimana? Tidak terlalu lama, kan? Yang jelas tidak ada yang instan untuk kembali sehat seperti sedia kala.

Jika pasien merasa gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat. Jika pasien TB tidak rutin minum obat pengobatan akan semakin sulit dan mahal.

Nah, intinya kan tetep ada di pasien TB. Serius berobat apa tidak? kalau serius insya Allah, kesembuhan akan datang, yang penting ikhtiyar dan doa terus dipanjatkan. Melalui medis, penyakit TB bisa teratasi. Tidak perlu mencari dukun pintar yang bisa mengobati penyakit TB dengan benda keramat sakti mandraguna.
Bagi yang sedang sakit, semoga diberi kesabaran dalam menjalani proses penyembuhan. Tetep semangat ya, karena sebenarnya sakit itu adalah ujian, diuji untuk sabar dan ikhlas. Selamat beraktivitas ^_^




Tulisan ini diikutsertakan serial ke-3 lomba blog #SembuhkanTB yaitu TB Bisa Disembuhkan


2 komentar:

  1. Percayalah pada pengobatan medis, TB pasti bisa sembuh asal konsisten dalam pengobatannya.

    BalasHapus
  2. harus serius dan konsisten supaya sembuh dr TB :)

    BalasHapus

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.