Padukan Kekuatan KPK dan KAK (Komunitas Anti Korupsi)

Posted by
Kini Korupsi di Indonesia sudah menjadi bagian dari life style, bukan lagi disebut membudaya, tapi lebih pada permainan seni korupsi, tak sekedar ‘mencuri’ uang negara tapi koruptor sangat ‘kreatif’ mengemas hasil korupsi, sehingga KPK sulit memberantasnya.

Dari sekian banyak tugas dan wewenang KPK, sekaligus roadmap yang telah disepakati menjadi pencerah bagi kita, bagaimana KPK berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan Indonesia dari para koruptor, baik kelas kakap ataupun kelas teri dengan berbagai modus. Jika saya jadi ketua KPK, adapun proses penindakan korupsi dan pencegahan yang akan saya terapkan antara lain; 

Penindaan korupsi: untuk memberikan efek jera pada koruptor kelas kakap, mereka harus dimiskinkan, sel penjara yang akan menjadi tempat mereka didesain angker dan tidak ada beda dengan narapidana lainnya, meski bukan negara islam, saya ingin hukum potong tangan bisa diaplikasikan. Saya yakin ini akan lebih efektif untuk menekan lahirnya ‘koruptor’ baru.

Pencegahan : dengan fasilitas teknologi-media sosial, saya akan memaksimalkan peran komunitas dalam setiap lini, baik secara peranan, kemampuan, atau domisili. Tiap komunitas punya target yang jelas dalam melakukan ‘pencegahan’ korupsi. Misalnya;

- Komunitas Ibu Rumah Tangga anti korupsi, senantiasa menguatkan suami untuk tidak korupsi uang atau waktu dan memberikan pendidikan kepada anak-anak, 

- Komunitas guru anti korupsi dengan menerbitkan buku, kekuatan dongeng atau teater di sekolah, yang sarat makna anti korupsi sebagai media pembelajaran.

- Komunitas PNS, karyawan, buruh, pengusaha anti korupsi.


*memaksimalkan komunitas yang terorganisir akan memberikan edukasi efektif, karena korupsi adalah ‘benalu sosial’ yang harus dicegah mulai lingkungan terkecil.













Tulisan ini diikutsertakan lomba blog KPK, 


bisa dilihat di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/475/Nurul%20Habibah.html





Pancarkan Pesona Cantikmu Bersama Citra Night Whitening

Posted by

         Obrolan menarik bagi remaja putri masa kini

Gambar Salon pinjam dari sini
“Mama pake produk kecantikan apa sih kok bisa cantik githu? Oya, Ma… kayaknya aku hari Minggu ke salon deh, ya pengen nyoba perawatan tubuh di salon, kata temenku asyik lho! Ada paket treatment kayak Honey bath, Herbal Bath, Green Tea Bath, Spice Bath, and Fruit Bath”. Celoteh Si Cewek ABG pada mamanya

Nah, jika anda seorang ibu, pemerhati kecantikan, apa yang anda jawab saat sang buah hati tengah ‘galau’ untuk mempercantik diri? atau kamu-kamu yang masih single dan bingung untuk bisa tampil beda? Tulisan ini semoga bisa nambah informasi yah! 

Ikuti ‘gaya’ bisnisku, padukan dengan kreativitasmu!

Posted by
              

            Nggak ada modal –uang- bukan menjadi kendala untuk memulai bisnis, baik secara offline ataupun online. Berikut bisnis yang bisa aku lakukan saat si modal tak kunjung datang. *Ada beberapa yang aku tulis sesuai dengan pengalaman.

Menjelang jam 2 a.m

Posted by
Kian hari semakin beranjak usia, menghabiskan sisa-sisa jatah umur dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Melupakan masa lalu meski sangat sulit. Masa lalu yang terkadang menimbulkan kekecewaan akan takdir. TIDAK. Sungguh itu tidak boleh berlarut. Karena Allah telah menyediakan hadiah untuk hambaNya yang bertaqwa dan bertaubat. SEMUANYA AKAN TIBA INDAH PADA SAATNYA.

Sharing Club yes, Tawuran No!

Posted by with No comments
Akhir-akhir ini kasus  tawuran pelajar semakin menjadi, seakan menjadi budaya tiap tahun. Keterkaitan geng, alumni dan siswa baru dianggap sebagai akar permasalahan tawuran yang belum bisa terputus. Entah, apapun sebabnya, orang tua dan pihak guru punya tugas berat. Mentalitas yang dibangun sejak kecil akan berpengaruh besar pada ranah emosional yang terkontrol ketika remaja. Masa SMA memang sangat rentan, karena memasuki masa pencarian jati diri. kalau bukan kita sebagai orang tua atau guru mereka, siapa lagi yang akan menjadi benteng pengawasan?

PLN, Cahaya untuk Indonesia

Posted by

        Hidup tanpa cahaya akan hampa, harus berjalan dan berlari, kemudian mengejar cita-cita. Butuh perjuangan keras dan semangat baja, walau kadang jalan tak semulus yang diharapkan. Bapak, dengan ‘gaya’ ceritanya yang khas selalu membakar energi semangatku mengejar cita-cita. Dalam rekam jejak pengasuhan anak-anaknya, selalu terselip kata BERSYUKUR.
          Memoriku terlempar jauh, saat aku masih duduk dibangku kelas tiga SD,

Perjalananku belajar dan mengajarkan Al-Qur’an

Posted by with 12 comments
        Kekagumanku pada Al-qur’an sudah ada sejak di sekolah tingkat dasar, tepatnya saat mendapat tugas Ramadhan, untuk mengisi buku panduan Ramadhan, kemudian meminta tanda tangan imam sholat. Tertulis juga pada salah satu kolom untuk memberi tanda hafalan surat. Hafalan? Saat itu aku hanya bilang pada diriku, aaahh!…tidak mungkin. Tapi lama-lama aku mulai penasaran, bagaimana caranya seorang imam bisa hafal surat yang ada dalam juz 30?? Jujur saja, di sekolah diniyah yang aku ikuti kala itu, tidak ada pelajaran tentang menghafal, tetapi hanya membaca, menulis dan memahami kitab kuning. Kalaupun menghafal, ya semampunya seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Ceria Bersama Anak Jalanan di Hari Kemerdekaan

Posted by with 3 comments
Sejak tahun 2006, saya dan teman kuliah merintis sebuah lembaga sosial di Kota Malang  yang diberi nama Lembaga Pemberdayaan Anak Jalanan Griya Baca. Memperingati hari kemerdekaan memang selalu identik dengan kemeriahan suasana, mengikuti ajang lomba-lomba, dengan tujuan akan mempererat tali persaudaraan antar warga. Begitu juga tahun 2007, saat-saat menyenangkan bersama adik-adik binaan, kami semakin akrab, kedekatan sesama teman mulai ada, karena sebelumnya selalu ada ‘pertengkaran kecil’. Maklum, profesi pengamen  di tengah kerasnya kehidupan jalanan,  kerap menjadikan emosi mereka tidak stabil.

Menang Kuis Perdana IIDN….Sik…Asiiiik ^^

Posted by
     Alhamdulillah, dapet buku Love of Mom dan manisan dragon, meski…manisannya ketinggalan. Katanya sih, The Indari lupa.  Yang lebih penting sih, adalah semangat nulis usai ikut kuis, dan nggak menang di kuis yg lain, huhuhhu….nulis di blog, kalo blognya enak dipandang mata dan rapi, itu penting.*ngomong apa sih nih ga jelas. ):

Gerabah dan Dua Tangan Kesabaran

Posted by
Tetanggaku Husnul, berumur 9 tahun. Sejak usia 2 tahun , ia sudah diasuh sang nenek. Saat itu, ibunya merantau jadi TKW di Malaysia. Meski sekarang ibunya sudah kembali ke Indonesia dan mengasuhnya, ia masih dekat dengan kakek dan nenek. Mbah Tri (nenek) bisa membuat gerabah, bahkan sang nenek juga sempat berjualan dengan mengajak Husnul.

Singkong, Kupetik daunmu ya buat suamiku?

Posted by
Memasak, kini menjadi aktivitas rutin. Pagi, siang dan malam dengan menu yang berbeda. Ehm, ribet juga sih tiga kali harus masak. Tapi nggak tiap hari kok. Kalo lagi kepengen nyobain resep-resep. Yang  jelas, menu masakanku nggak jauh beda dengan menu ibuku. Jujur aja, belajar masak ya pas udah nikah, dulu pas kuliah sukanya beli di warung pinggir jalan, urusan menu tinggal pilih dan nunjuk mana yang aku suka. Hehe

Berbagi itu…..nggak rugi!! & Berbagi itu nggak harus dengan uang

Posted by
         Kok judulnya ada dua? Hu’uh….*bingung*, saya ingin mengexpresikan isi tulisan, tertuang dalam judul itu, tulisan ini hendak saya kirimkan ke sebuah ajang lomba penulisan pengalaman pribadi dari Ruang Kata. Tapi tertunda lagi, hiks….padahal udah hampir selesai, lagi-lagi kendala klasik….-nggak ada waktu buat megang lepi-
Gpp…. yang penting nulisnya tersalurkan, baca deh! Akan anda temukan makna “DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN”

Belajar ‘bertetangga’

Posted by
         Moms, Bersikap ‘cuek’ itu diperlukan. Cuek apa yang dikatakan orang lain tentang kita. Tak baik jika energi terus terkuras karena memikirkan apa kata tetangga. Berumah tangga itu belajar kehidupan, kepada keluarga dan para tetangga. Beda banget rasanya tinggal di kota atau di desa. Dulu, ketika aku kontrak rumah di kawasan perumahan, belum pernah aku merasakan masakan orang lain, bertukar sayur hari ini dengan tetangga samping rumah, lain halnya dengan di desa, yang masih kental dengan nuansa ‘berbagi’.

Cemburu bukan hanya karena wanita…

Posted by
Pernah nggak sih cemburu ? ehm…gmn rasanya? Benci, jutek, atau sampai nangis2 githu? Yang jelas galau banget ya…
Cemburu bukan saja pada wanita, cemburu bisa terjadi pada hal-hal apapun yg menyebabkan kita merasa tidak diperhatikan. Sejak dua pekan terakhir, suamiku tiap sabtu dan minggu sibuk tugas di luar kota, maklum lah PNS. Hari Sabtu dan Minggu jadi hari favorit. Apalagi senin sampai Jum’at kerjaannya nglembur, berangkat pagi pulang malem. Nah lho….(apalagi anak-anak masih bayi dan balita).

Satu Saja

Posted by


Aku termakan oleh masa


Seakan tak ada lagi munajat, tak ada rindu


Aku pernak berontak, dengan cepat pula aku syukur


Aku jauh….


Merasa, takut. Rindu. Cinta. Semua rasa




Duhai, hingga kini aku menunggu bisikan-Mu


Apa yang Kau inginkan dariku?


Satu saja, aku akan berusaha semampuku tuk menyusun petak-petak terserak


Satu saja, supaya aku tak lagi bimbang 


Satu saja, supaya aku fokus


Satu saja, supaya aku yakin bisa
Hingga celotehan orang pun tak terdengar lagi oleh telingaku.

Satu saja, judul puisi yang aneh ya? Ehm, belajar nulis puisi kembali, meski di waktu bersamaan hari lagi galau. “pletaaaak!*. hari gini masih aja galau! Tak tau lah, aku masih disibukkan dengan kata # aku ingin ini, aku ingin itu, aku ingin begini, aku ingin begitu# Hallaaaaaaaah! Masalah klasik kali ya 


Memfilter informasi, fokus pada jati diri, yakin dengan kemampuan diri, itu lebih oke. Tapi tau nggak sih, aku benar2 belum ngerti banget, passion aku tuh mau kemana?eeits, aku juga masih ‘menebak-nebak’ aku tu pinter apa sih?
@ lulusan pesantren = bahasa pas-pasan, hafalan pas-pasan, ilmu eksak juga pas-pasan
@ mau kerja, kerja apa? Aku tu nggak pinter, bisaku Cuma nulis, itupun diary yang sekarang kuarsipkan di blog Tinta Unggu
@ mau bisnis, masih aja sibuk merenungi ‘nasib’ alias bingung nih. Soale belum tau tentang aku mulai dari minat, skill, hoby yang bisa dikembangin n bisa menghasilkan duit. 
@mau berkarya : karya apa? Buat kerajinan/buku/punya lembaga/punya yayasan yang bisa aku banggain Allah, yang bisa aku persembahkan buatNYA kelak. Ehm, apa ya? Yang jelas sbg wujud bentuk syukurku, aku dikasih rizki yg melimpah untuk menjalankan tugasku di muka bumi, KHALIFAH FIL ARDH. Ciyeee ^^

Puisi ‘Satu Saja’, mewakili kata hatiku yg tengah dirundu gundah gulana ttg keinginan, masa lalu vs masa depan, penyesalan vs pengharapan. 


Barangkali jawabannya juga cukup ‘satu saja’ yakni SEMANGAT. Semangat nyari ilmu, semangat ber-komunitas, semangat ngeblog, semangat nulis. Entar juga ketemu sendiri, Sstttttttttttt………..


TDA Kediri : Aku, satu-satunya peserta wanita

Posted by with 3 comments
               Nekat, mungkin kata ini yang pas buatku saat itu. Jujur, baru sekali gabung di komunitas bisnis skala nasional, aku cukup berbangga dan kadang ragu juga menghantui pikiran. Bagaimana tidak, dari 30 peserta aku satu-satunya wanita. Ciyee….ciyee…ciyee..

Kolom Jawa Pos “Gagasan” yang tertunda

Posted by with 16 comments

          Alih-alih ngebet namaku tercantum di Koran ini, dalam semalam ngebut buat tulisan sebanyak 250 kata. Apalagi, udah punya NPWP yang menjadi persyaratan nulis gagasan. Terlintas inpirasi menulis padachari minggu siang, tentang motivasi masuknya siswa usai liburan. Eng-ing-eng…..^^ dibawah ini tulisannya :
(baca dong, kritik lebih oke tuh supaya tulisanku lebih mantapz lagi kedepannya)

Perempuan dan Korupsi

Posted by with 1 comment
        KORUPSI….memang tak ada habisnya dibicarakan di dunia maya, media cetak, dan televisi. Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir ada kasus yang melibatkan perempuan menjadi tersangka maupun terdakwa. Tak perlu saya ceritakan disini, tentunya anda sudah tahu. Saya atau anda mungkin mengelus dada mendengar berita tersebut. Attitude seorang perempuan benar-benar dipertaruhkan dalam lingkungan kerja mereka. Basically, bukan rahasia lagi kalau perempuan itu adalah makhluk memiliki perasaan halus dan peka. Bagaimana mungkin tindakan korupsi bisa dilakukan? Dimana nurani mereka, begitu tega memakai uang haram yang bukan miliknya?

Going the extra miles

Posted by
              Judul diatas adalah kutipan dari buku “Negeri 5 Menara” yang artinya Jangan menyerah dengan rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam, kalau orang berlari 1 km, dia akan berlari 3 km. Lebihkan usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya dari orang lain. Ada juga resep sukses lainnya, Jangan pernah mengizinkan diri dipengaruhi unsur di luar diri. Oleh siapa pun, apapun dan suasana bagaimanapun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa, takut karena faktor lain. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian. Orang boleh menodong senapan tapi kita punya pilihan untuk takut atau tetap tegar .
Cerita buku ini, ‘aku’ banget lho!