WAFA : Ajaibnya Dongeng Saat Mengaji

Posted by with 8 comments
Anak malas mengaji? Terlebih jika anak masih duduk dibangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar? Jangan khawatir, cerita ini bisa anda jadikan tambahan referensi saat mengajar. 

Memasuki jam pelajaran Al-Quran, siswa berlarian menuju tempat kelompoknya. Saya pun sudah menenteng alat peraga dan perangkat metode pengajaran WAFA. Untuk menertibkan siswa saja saya membutuhkan waktu 10 menit, karena memang sebagian siswa termasuk anak super yang doyan banget bermain. Berlari, melamun, duduk di meja, bertingkah aneh mencuri perhatian siswa lainnya itu sudah hal biasa. Ada 1 siswa yang bikin saya gemes, namanya Azia, pasalnya sudah 2 hari ini dia mogok ngaji. Tidak ada alasan, dia hanya mengunci rapat mulutnya saat saya dan guru pendamping mengajaknya ngaji secara individual bukan baca simak. Sekali, dua kali, berkali-kali tidak mau juga.

Ingin Berwisata? Ke Banyuwangi Aja….

Posted by with 6 comments
Kamu suka berwisata? Hobi traveling? Hmm….sepertinya kamu perlu mengunjungi  obyek wisata seru di Banyuwangi. Pemandangan alam di Banyuwangi terhampar luas dari ujung Barat sampai Timur. Keindahannya memukau. Di jamin deh kamu tidak akan nyesel jika datang ke sana. Awas! malah bisa ke tagihan ingin berwisata ke sana lagi karena kamu akan dimanjakan si Triangle Diamonds. Hah? Apa itu? 

Sinyal Kemandirian Bangsa dari Cyber Village dan Digital Society

Posted by with No comments
Tema :
Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia
                                                       (Kategori Umum)

Pada tanggal 10 Agustus 2013, puluhan mahasiswa asing penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri RI mendatangi Bumi Blambangan, Banyuwangi. Mereka berasal dari 12 negara yakni Amerika Serikat, Nauru, Polandia, Maroko, Kroasia, Tonga, Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia, Filipina, dan perwakilan Indonesia. Bagaimana mereka bisa kenal dengan kabupaten Banyuwangi?

Rupiah Lemah, Sektor Riil 'Meratap'

Posted by with 3 comments
Baru kali ini nulis dengan tema yang lumayan berat. Kenapa sih rupiah melemah?Pasar Modal terguncang? Ehm, pertanyaan ini merupakan pucuk dari ‘mau dibawa kemana ekonomi Indonesia’? sebenarnya hampir sama dengan kasus ‘krisis’ pada tahun 2008, yang namanya memakai sistem kapitalis mungkin saja beberapa tahun lagi juga akan mengulang sejarah. Setahu saya, banyak pihak yang memprediksi kondisi ini dikarenakan masalah eksternal yakni kondisi pasar. Gilaaa…kurs tengah Bank Indonesia sudah mencapai Rp. 10.500,- per dollar AS.

Lomba Plorotan Pring

Posted by with 4 comments
Selain Upacara, tak lengkap rasanya merayakan HUT RI tanpa ada perlombaan. Lomba panjat pinang, balap karung, lomba kelereng, atau lomba makan krupuk. Terkadang, saya berfikir, bagaimana asal-usul lomba semacam itu bisa menjadi tradisi? 

Nyaris hampir di seluruh nusantara ada perlombaan tersebut. Terutama di desa, beda halnya dengan kota biasanya perayaan dilaksanakan lebih WAH, barankali memang ditunjang pendanaan yang cukup, misalnya, karnaval, konser atau pameran. Apapun itu, semua perayaan memiliki tujuan yang sama yakni memperingati hari kemerdekaan. 

Mudik 2013

Posted by with 1 comment
Kami sekeluarga hanya bisa 'mudik' sekali dalam satu tahun ke Banyuwangi. Pekerjaan suami sebagai PNS sangat mengikat. Tak ada waktu panjang untuk bersua dengan mertua lebih lama. Hanya seminggu. Keinginanku mengunjungi Bali juga belum pernah terwujud meski sudah terbilang dekat dari Banyuwangi.


Kebahagiaan mudik di tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika dulu kami tidak pernah mengabadikan kisah dengan berfoto-foto, kali ini kami punya kamera baru. Kamera saku ‘murah’. Tak apa lah buat pemula, pengen banget bisa fotografi. 

Bedah Resep

Posted by with 2 comments
Lamaaaa banget baru bisa update, sebenarnya banyak kegiatan bareng adek-adek  yang belum sempat saya tulis. Laptop ngambek, nggak ada yang bisa dipinjemin. Nah, kali ini saya mau cerita soal acara Minggu kemarin, masak-masak bikin kue. Awalnya, nggak ada niat mau masak, tapi karena usai  musyawarah halal bihalal, pada kumpul anggota We Ce yang ‘maksa’ minta praktek bikin kue. 

Si Della sih biang keladinya, gara-gara liat majalah resep donat plus bahan-bahan ada di meja. Langsung deh, main todong aja. Tapi nggak apa-apalah hiburan saat puasa, biar ngiler. 

Lebaran itu Harus Bersih Bukan Baru

Posted by with No comments
Kawan, tak terasa ya udah setengah bulan kita berpuasa? Bagiku, Ramadhan itu bulan yang sangat membahagiakan. Mushola jadi rame jamaah, rame tilawah Al – Qur’an, banyak yang sedekah, bagi yang punya bisnis omset tambah meningkat, mata adem saat nonton acara di televisi karena acara di bulan ini biasanya bagus2 *hehe, ibadah tambah khusyuk karena berlomba cari voucher pahala yang berlimpah ruah dibulan suci Ramadhan.


Waktu memang terus berputar, sebentar lagi kita bakal di tinggal Ramadhan, sepertinya konsentrasi kita sekarang sudah agak bergeser nih, tertuju pada persiapan lebaran. 

Pesan Orang Tua dan Pertamax, “Teruslah Menebar Manfaat!”

Posted by with 1 comment
Saat menulis postingan ini, listrik dalam kondisi padam, untungnya baterai laptop masih full. Jadi, masih bisa lanjut nulisnya. Dalam kegelapan, saya hanya ditemani lampu hape yang memberikan penerangan, beda dengan zaman saya masih kecil, ibu selalu menyalakan dimar (lampu dari minyak tanah). Tiba-tiba saja, memoriku terlempar jauh belasan tahun lalu, ketika listrik padam begini, saya, bapak dan adik biasanya memilih bercengkrama di teras rumah menikmati padhang bulan.

Launching Taman Baca yang Mengesankan

Posted by
Meski saya sudah berpengalaman 5 tahun sebagai pekerja sosial, tetap saja ada rasa ‘khawatir’ yang menggelayut ketika merintis sebuah paguyupan sederhana, seperti taman baca ‘KITA’ yang kemarin di-launching.


Saya dan suami menyusun agenda buka bersama dan nonton film pake LCD. Senang melihat anak-anak tetangga yang berjumlah 50 anak berkumpul. Mereka antusias, mungkin baru pertama kali nonton ‘layar tancap’ di era teknologi.  WOW, ‘sesuatu’ banget bagi anak desa. 

Teknologi, Wujudkan ‘Passion’ Menuju Desa Cyber

Posted by with 1 comment
--Orang desa harus melek teknologi!--

Kalimat ini jadi pelecut bagi saya yang kini berdomisili di desa. Hidup di desa jauh dari sarana prasarana yang bisa menunjang passion saya. Passion yang sudah bisa saya ‘tebak’ sejak duduk dibangku sekolah dasar yakni menulis dan bisnis. Buku pelajaran saya penuh dengan curhatan, tiap jam istirahat saya mengeluarkan snack yang saya beli dari pasar dijual ke teman-teman. Karena suka menulis, saya pun kerap mencari sahabat pena, alamatnya, saya dapat dari majalah Bobo dan Mentari. Kalau urusan jualan, hasil laba yang saya dapat, jadi tambahan uang saku.


Menulis dan bisnis. Awalnya hanya suka, tapi lama-lama kedua aktivitas ini bikin saya ketagihan. Sampai  beranjak remaja, saya masih saja melakukannya tanpa arahan yang jelas dari orang-orang terdekat. Bahkan kedua orang tua juga ‘cuek’, asal anaknya naik kelas dan dapat rangking, itu sudah cukup.

Maknai Hidup dengan Musik

Posted by with 1 comment
Saat saya nongkrong di counter lagi pilih-pilih hape. Saya amati banyak pengunjung yang keluar masuk bergantian bukan untuk beli pulsa atau hape. Eh ternyata, pada ‘minta’ file musik ditaruh di hape. Yup, tinggal copy-paste, sebelum pergi mereka bayar, sebagai tanda terima kasih. Entahlah berapa nominalnya, saya tidak tahu. Ada yang bilang seikhlasnya.

Ooohh….seikhlasnya??? *bukankah ini sama saja dengan bajakan?

Waaah, gimana denganmu?  kalau suka barang bajakan, kayaknya jiwa nasionalis kamu juga diragukan nih?  Kalau saya lebih memilih beli kaset asli dong, bisa awet bertahun-tahun, VCD nggak gampang rusak pula.

Serunya ‘Kejar’ SIM Murah nan Berkah

Posted by with 12 comments
Saya suka naik motor. Tapi, sering jalan-jalan ke kota sendirian tidak pernah bawa SIM (padahal deg-degan kalau lewat pos polisi, khawatir kena semprit). Jujur ya, sampai sekarang saya belum berminat ngurus karena memang harus bayar mahal (ukuran kantong saya), kalau dipikir-pikir uang 400 ribu untuk SIM?? Bukannya gratis? 

Dengan uang tersebut, pengendara cukup punya KTP, beberapa oknum POLRI yang ngurusi perizinan SIM nggak mau tahu si pengendara bisa naik motor atau nggak. Hm, bahasa gaulnya sih ‘sogok-menyogok’. Cara seperti ini sudah jadi rahasia umum warga kabupaten Kediri. Kalau ada salah satu tetangga saya yang ingin punya SIM, ujung-ujungnya digelotorin saja kalimat, “emang udah siap duit?” 

Indomie Cabe Ijo is One of Your Mood Booster

Posted by with 5 comments
Hai Sobat Blogger, pernah nggak kalian merasa kehilangan mood buat ngeblog? Males, bosen, jenuh, suntuk…ehm, suasana yang bener-bener bikin Bete.

Saya pernah lho,  apalagi saya sudah jadi emak yang tiap hari nyaris kehilangan ‘me time’ karena dua kurcil ini nggak bisa diam kalau mamanya lagi ngetik di depan netbook.

Eits, nggak mood ngeblog sih boleh saja asal jangan lama-lama ya. Sebagai blogger, kita punya tugas penting untuk membumikan internet sehat di dunia maya. Bayangin coba kalau kita melulu kehilangan mood ngeblog, konten-konten nggak berkualitas bakal memenuhi dunia kita ini. Dan, bisa berdampak buruk pada generasi setelah kita. Oi, jamannya digital githu loh, always on your mood to blog every time. *Prikitiiiww…:P

Saat Balitaku Sakit Gigi

Posted by with 1 comment
Sobat Blogger, tentu pernah merasakan sakit gigi, kan? Tak enak makan dan tak nyenyak tidur. Kemarin, seharian penuh anak saya Zam teriak-teriak karena merasakan sakit gigi. Ya, di usianya yang baru saja 4 tahun, ia sudah merasakan sakit gigi. Kasihan, ia tidak doyan makan, saya tahu sebenarnya Zam lapar, perutnya kemps, tidak semangat bermain, dan selalu rewel. 

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan Zam, karena ia suka makan makanan manis, ditambah lagi depan rumah ada warung ‘jajan’ yang jualannya produk-produk GEJE kualitasnya. Mau manyalahkan penjualnya? Pengennya sih, tapi apa daya, toh tetangga saya juga butuh uang. Serba salah, kan?

Rainbow Cake in the Circle IIDN

Posted by with No comments
Baca Rainbow Cake, ehm pasti sudah terbayang, gimana warna pelangi dalam adonan kue bisa bikin kamu hepi, tidak hanya warna, rasa cake yang beragam tentu akan menggoyang lidah siapapun yang memakannya.


Jenis cake yang satu ini cukup menorehkan sejarah di dunia cooking and backing. Siapa sih yang tidak kenal dengan Kaithlin Flannery, penemu resep Rainbow Cake yang dengan sengaja membuat kue special untuk temannya.

Eh, kue ini juga cocok banget buat merayakan ulang tahun. Tapi kalau saya disuruh bikin sih, langsung ngumpet di kamar, takut. Karena memang tak bisa buat tapi mau banget kalau suruh habisin.

Awali tulisan buruk dan tulislah cepat!

Posted by
Buku yang selama ini saya cari kini telah ada di tangan. Buku yang membeberkan trik-trik menulis dengan cara sederhana dan apa adanya. Kenapa apa adanya? Deretan kalimat dalam buku tersebut mampu saya fahami dengan baik kemudian mempraktekkan ‘apa yang penulis perintahkan’ dengan bebas. 
 
Awalnya, saya selalu penasaran dengan penulis yang satu ini, namanya kerap muncul pada kolom-kolom Koran nasional, entah itu berupa artikel, cerpen, resensi bahkan juga novel. Tema yang ia angkat selalu HOT, tulisannya enak dibaca dan santun. Tak ada bahasa alay sedikitpun. Dalam tulisan ini, mungkin kamu sering mampir ke blog ini, akan merasakan ‘suasana’ yang berbeda. Ya, saya sedang belajar menulis seperti beliau, A. S LAKSANA. 

Srikandi Blogger, Meretas Aktualisasi Perempuan Tanpa Batas

Posted by with 13 comments
Tanggal 28 April 2013, perhelatan akbar ACER Srikandi Blogger 2013 digelar. Ajang penganugerahan kepada blogger khususnya perempuan ini mendapat apresiasi banyak kalangan. Layaknya pemilihan seorang putri Indonesia, tahapan demi tahapan menuju puncak penyerahan mahkota ACER Srikandi Blogger 2013 dilalui para peserta secara selektif. Mulai dari persyaratan masa lamanya nge-blog, keunikan konten blog, tugas-tugas dari panitita, kontribusi yang diberikan sebagai blogger bahkan karya peserta kepada masyarakat di dunia nyata dan semua itu dilakukan tanpa pamrih. 

ACER Srikandi Blogger 2013 adalah bukti real bahwa ternyata perempuan juga melek internet, melalui dunia maya pula perempuan bisa berprestasi tanpa meninggalkan tugas utama dalam keluarga dan masyarakat.

Wanita dan Pertamax Sebagai Tiang Negara

Posted by with 14 comments
Satu bulan yang lalu, saya dibantu seorang asisten rumah tangga. Mbak Ju, panggilannya, selain bekerja sebagai pembantu, dia juga jadi tukang cuci dadakan  (kalau ada yang butuh jasanya).

“Saya pengennya bisa kerja di pabrik, bu. Tapi gimana lagi, anak-anak saya nangis kalau saya tinggal, nggak dibolehin juga sama suami” katanya suatu hari

Mbak Ju pontang-panting cari kerjaan yang lokasinya tak jauh dari rumah supaya anaknya yang masih kecil bisa diajak bekerja. Meski rejeki tak pasti, ia tetap semangat mengais lembar rupiah untuk membuat dapurnya tetap bisa mengepul karena sang suami hanyalah seorang penjual mainan di Surabaya, satu bulan sekali baru  sempat pulang.

Mbak Ju merupakan prototype wanita masa kini yang mengharap kehidupan keluarganya lebih sejahtera. Entah itu dari golongan miskin atau kaya, sebenarnya, wanita punya kodrati untuk dapat mengaktualisasikan diri, menebar kekuatan cintanya dengan cara berbeda.